Jatim

Dosen Unusa Kembangkan Jatu Hydroterapi Herbal, Inovasi Redakan Nyeri Neuropati Diabetes

NU Online  ·  Ahad, 18 Januari 2026 | 08:00 WIB

Dosen Unusa Kembangkan Jatu Hydroterapi Herbal, Inovasi Redakan Nyeri Neuropati Diabetes

Dosen FKK Unusa, Iis Noventi, memamerkan sertifikat paten atas inovasinya Jatu Hydroterapi Herbal bagi pasien diabetes. (Foto: NOJ/ Dok. Humas Unusa)

Surabaya, NU Online

Rasa nyeri dan kebas akibat neuropati menjadi keluhan yang kerap dialami penderita diabetes. Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi tersebut, Dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Iis Noventi mengembangkan inovasi Jatu Hydroterapi Herbal sebagai terapi komplementer untuk membantu meredakan nyeri neuropati diabetes. Inovasi tersebut kini resmi mengantarkannya meraih sertifikat paten.


Jatu Hydroterapi Herbal merupakan komposisi herbal yang diramu dari berbagai bahan alami, di antaranya lombok merah, jinten hitam, kunyit, delingu, jahe, kayu manis, cuka apel, dan garam laut. Terapi ini diaplikasikan dengan cara merendam kaki menggunakan air es yang telah dicampur komposisi herbal tersebut.


“Penderita diabetes itu kan sering merasa tidak nyaman karena nyeri neuropati. Dari situ saya ingin membantu mencarikan solusi agar mereka bisa merasa lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari,” ujarnya, sebagaimana dikutip NU Online Jatim.


Iis menjelaskan, pengembangan Jatu Hydroterapi Herbal bermula dari dukungan matching fund internal Unusa yang berhasil ia peroleh. Berlandaskan pendekatan evidence-based practice, ia kemudian menyusun formulasi herbal yang dinilai aman dan berpotensi digunakan sebagai terapi komplementer bagi penderita diabetes.


“Inovasi ini sudah saya daftarkan untuk paten sejak tahun 2023, tapi baru resmi mendapat sertifikat paten pada 2025 ini,” terang Iis.


Dalam proses pengembangannya, Iis melakukan riset yang cukup panjang dan mendalam. Ia menelusuri berbagai bahan herbal hingga ke wilayah Jawa Tengah, mengikuti pelatihan rempah bersama Agradaya Yogyakarta, serta berdiskusi dengan sejumlah pakar dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.


“Saya melakukan eksplorasi bahan dan pengetahuan secara langsung ke berbagai daerah dan melibatkan banyak pihak. Semua proses itu dilakukan supaya racikan yang dihasilkan benar-benar tepat,” tuturnya.


Untuk menguji efektivitas inovasinya, Iis menggandeng Puskesmas Sawahan sebagai mitra dalam uji coba lapangan. Penelitian tersebut melibatkan 60 penderita diabetes yang dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan. Kelompok pertama hanya menjalani perendaman kaki dengan air dingin, kelompok kedua direndam menggunakan Jatu Hydroterapi Herbal dan air dingin, sementara kelompok ketiga mendapatkan kombinasi Jatu Hydroterapi Herbal dengan senam kaki.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mendapatkan kombinasi Jatu Hydroterapi Herbal dan senam kaki mengalami penurunan nyeri paling signifikan. Disusul kelompok yang hanya menggunakan Jatu Hydroterapi Herbal tanpa senam kaki, sedangkan penurunan nyeri paling kecil terjadi pada kelompok yang hanya menjalani perendaman dengan air dingin.


Baca selengkapnya di sini.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang