Unusa Buka 2 Program Pendidikan Dokter Spesialis
NU Online · Selasa, 20 Januari 2026 | 09:00 WIB
Surabaya, NU Online Jatim
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terus melakukan tranformasi dalam memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang bermutu global. Terbaru, Unusa mendirikan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan (SMKB) dan dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Dua PPDS itu masing-masing PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi serta PPDS Obstetri dan Ginekologi. Kehadiran kedua program ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan dokter spesialis nasional, sekaligus meningkatkan mutu layanan kesehatan respirasi serta kesehatan ibu dan anak.
Dekan FK Unusa, Dr Handayani dr MKes, mengungkapkan bahwa pembukaan dua program studi PPDS ini menjadi langkah strategis untuk memperluas kesempatan pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
“Unusa membuka pendaftaran seluas-luasnya dan berharap calon peserta didik tidak hanya berasal dari Surabaya dan wilayah sekitarnya,” ujarnya, Senin (19/01/2026).
Pihaknya menargetkan adanya peserta PPDS dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga lulusan PPDS nantinya mampu mendukung program pemerintah dalam pemerataan tenaga dokter spesialis, terutama untuk daerah-daerah terpencil dan wilayah yang masih kekurangan tenaga kesehatan.
“Program PPDS akan dibuka pendaftarannya ketika nanti pembukaan pendaftaran tahun ajaran baru yaitu 2026–2027. Selama enam bulan ini kita siapkan semaunya dengan sangat matang dulu sebelum nantinya dibuka pendaftaran, baik fasilitas hingga dosen pengajarnya,” katanya.
Selengkapnya kllk di sini.
Terpopuler
1
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
2
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan ASN Masih Kecil: Kekayaan RI Banyak Lari ke Luar Negeri
3
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
4
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
5
Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tetapi Kemiskinan dan Penurunan Kelas Menengah Terus Terjadi
6
PBNU Targetkan 61.000 Ranting di Seluruh Indonesia Terhubung Sistem Digdaya NU
Terkini
Lihat Semua