Ruhiologi, Spirit Baru Filantropi NU Care-LAZISNU Jambi
NU Online · Jumat, 20 Februari 2026 | 05:00 WIB
Jambi, NU Online
Gerakan filantropi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Jambi kini memasuki babak baru. Di bawah komando Prof Iskandar Nazari, NU Care-LAZISNU Jambi mengusung pendekatan “ruhiologi” sebagai spirit baru dalam menggerakkan roda filantropi.
Di tangan Prof Iskandar, NU Care-LAZISNU Jambi tidak lagi sekadar menjadi lembaga penyalur bantuan. Lembaga ini diarahkan menjadi laboratorium peradaban yang memadukan spiritualitas dan sains modern dalam praktik pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
Prof Iskandar Nazari, yang juga Guru Besar Psikologi Pendidikan UIN Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, membawa misi besar melalui gagasan orisinalnya, yakni ruhiologi. Konsep ini ia injeksikan sebagai “perangkat lunak” dalam menggerakkan organisasi NU Care-LAZISNU Jambi agar memiliki orientasi ruhani yang kuat.
“Aktivasi ruhiologi ini berpijak pada surat Al-Alaq di Al-Qur’an yaitu iqra’ bismirabbik yang berarti bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,” jelasnya, sebagaimana dikutip NU Online Kepri.
Menurutnya, aktivasi ruhiologi dalam gerakan filantropi harus dimulai dari fondasi paling dasar, yakni iqra’ bismirabbik. Membaca fenomena kemiskinan dan persoalan sosial, kata dia, tidak cukup hanya dengan kacamata angka dan statistik, melainkan harus dengan “nama Tuhan”.
“Membaca data mustahiq itu harus bismirabbi. Jika kita membaca hanya dengan logika, kita akan terjebak pada angka. Tapi jika membaca dengan Nama Tuhan, kita melihat ada amanah dan kemuliaan manusia di sana,” tegas pria asal Kerinci ini.
Ia menambahkan, ruhiologi menghidupkan god light (cahaya Tuhan) dalam diri setiap amil. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif, tetapi memancarkan ketulusan yang bersumber dari kesadaran spiritual.
Prof Iskandar juga menegaskan bahwa keunggulan manusia dibanding mesin bukan semata terletak pada logika (IQ), empati (EQ), atau makna (SQ), melainkan pada RQ (Ruhiologi Quotient).
“Ruhiologi hadir untuk memastikan gerakan zakat kita memiliki ruhul insaniyyah, getaran ketulusan yang bersumber dari god light yang menyinari hati, sesuatu yang tidak akan pernah dimiliki oleh algoritma manapun termasuk AI karena tanpa ruh,” ungkapnya.
Baca selengkapnya di sini.
Terpopuler
1
Perhitungan Hisab Kemenag, Hilal Ramadhan 1447 H di Bawah Ufuk
2
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh Kamis 19 Februari 2026
3
Niat Puasa Ramadhan dalam 6 Versi, Nomor 5 Paling Pendek
4
Kultum Ramadhan: Agar Puasa Tak Hanya Menjadi Rutinitas Tahunan
5
Khutbah Jumat: Bulan Penuh Keutamaan, Jangan Sia-siakan Ramadhan
6
Alasan NU Konsisten Tentunkan Awal Ramadhan dengan Rukyatul Hilal
Terkini
Lihat Semua