Niat Puasa Ramadhan dalam 6 Versi, Nomor 5 Paling Pendek
NU Online · Rabu, 18 Februari 2026 | 06:00 WIB
Jakarta, NU Online
Umat Islam wajib menjalankan puasa selama sebulan penuh selama Ramadhan. Hal yang tak boleh tertinggal dalam menjalankan ibadah tersebut adalah niat. Sebab, niat menjadi salah satu rukun yang harus dilaksanakan pada malam hari, sejak terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar.
"Niat puasa wajib di dalam hati pada malam hari seperti puasa Ramadhan, puasa nazar, dan qadha puasa wajib merupakan kewajiban yang menentukan keabsahan puasa seseorang menurut Mazhab Syafi’i. Adapun pelafalan niat puasa sangat dianjurkan," tulis Ustadz Alhafiz Kurniawan, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), dalam artikelnya berjudul Ini Lafal Niat Puasa Ramadhan yang dikutip NU Online pada Rabu (18/2/2026).
Ustadz Alhafiz menyajikan enam macam niat puasa Ramadhan merujuk sejumlah kitab yang dapat dipilih sebagai berikut.
Minhajut Thalibin dan Perukunan Melayu
Lafal niat di bawah ini dikutip dari Kitab Minhajut Thalibin dan Perukunan Melayu.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā
Artinya, “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”
Ustadz Alhafiz menjelaskan bahwa kata “Ramadhana” berkedudukan sebagai mudhaf ilaihi sehingga dibaca khafadh dengan tanda baca akhirnya berupa fathah. Sementara kata “sanati” diakhiri dengan tanda baca kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr dengan alasan lil mujawarah.
Hasyiyatul Jamal dan Kitab Irsyadul Anam
Dua kitab ini menawarkan redaksi niat puasa Ramadhan sebagai berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāni hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā
Artinya, “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”
Ustadz Alhafiz menjelaskan bahwa kata “Ramadhani” dianggap sebagai mudhaf ilaihi yang juga menjadi mudhaf sehingga diakhiri dengan kasrah yang menjadi tanda khafadh atau tanda jarrnya. Sementara kata “sanati” diakhiri dengan kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr atas musyar ilaih kata "hādzihi" yang menjadi mudhaf ilaihi dari "Ramadhani".
Asnal Mathalib
Dalam kitab tersebut, ada dua redaksi lafal niat puasa Ramadhan. Berikut lafal dan penjelasannya.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanata lillāhi ta‘ālā
Artinya, “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”
Senada dengan lafal niat pertama, kata “Ramadhana” pada niat di atas menjadi mudhaf ilaihi sehingga dibaca khafadh dengan tanda fathah. Berbeda dengan dua niat sebelumnya, Ustadz Alhafiz menerangkan bahwa kata “sanata” pada niat kedua ini diakhiri dengan fathah sebagai tanda nashab atas kezharafannya.
Kitab Asnal Mathalib juga menawarkan redaksi lain untuk niat puasa Ramadhan sebagai berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ الْغَدِ مِنْ هٰذِهِ السَّنَةِ عَنْ فَرْضِ رَمَضَانَ
Nawaitu shaumal ghadi min hādzihis sanati ‘an fardhi Ramadhāna
Artinya, “Aku berniat puasa esok hari pada tahun ini perihal kewajiban Ramadhan.”
I'anatut Thalibin
Sayyid Abi Bakar Syatha ad-Dimyathi menyajikan dua niat puasa Ramadhan dengan redaksi yang relatif lebih pendek dari niat-niat di atas. Berikut dua niat puasa Ramadhan dalam kitab I'anatut Thalibin.
نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَانَ
Nawaitu shauma Ramadhāna
Artinya, “Aku berniat puasa bulan Ramadhan.”
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ/عَنْ رَمَضَانَ
Nawaitu shauma ghadin min/'an Ramadhāna
Artinya, “Aku berniat puasa esok hari pada bulan Ramadhan.”
Terpopuler
1
LF PBNU: Hanya Amerika Utara Berpotensi Mulai Puasa 18 Februari 2026
2
Kemenag dan BMKG Siapkan 133 Titik Rukyatul Hilal Awal Ramadhan 1447 H
3
Perhitungan Hisab Kemenag, Hilal Ramadhan 1447 H di Bawah Ufuk
4
Meski Hilal di Bawah Ufuk, LF PBNU Imbau Perukyah NU Laksanakan Rukyatul Hilal Besok
5
Doa Rasulullah saw Mengawali Bulan Ramadhan
6
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh Kamis 19 Februari 2026
Terkini
Lihat Semua