Kesehatan

Muharram dan Diet Labu Nabi Yunus untuk Kesehatan Mental

NU Online  ·  Ahad, 12 Juli 2026 | 20:53 WIB

Bagi kaum muslimin, Muharram bukan sekedar peringatan tahun baru Hijriah, tetapi juga menjadi momentum sakral bagi pemulihan kesehatan mental. Serentetan kisah para nabi yang luar biasa mengguncang mental dan perasaan mewarnai kekeramatan bulan ini untuk menjadi teladan bagi umat manusia.

 

Salah satu nabi yang dikisahkan keluar dari perut ikan pada 10 Muharram atau hari ‘Asyura adalah Nabi Yunus ‘alaihissalam. Kisahnya disebutkan oleh Sayyid Abu Bakar Syatta dalam Kitab I’anatut Thalibin, Juz 2, halaman 267 sebagai berikut:

 


وَفِيهِ أَخْرَجَ يُونُسَ مِنْ بَطْنِ الْحُوتِ


Artinya:“Pada hari itu Nabi Yunus keluar dari perut ikan”


Menariknya, peristiwa setelah itu dilanjutkan dengan proses interaksi manusia dengan tanaman. Setelah keluar dari perut ikan, pertolongan Allah kepada Nabi Yunus ‘alaihissalam berwujud tumbuhnya tanaman yang disebut dengan jenis Yaqtiin.

 

Tanaman apa yang menolong Nabi Yunus setelah keluar dari perut ikan? Bagaimana kondisi kesehatan Nabi Yunus setelah berinteraksi dengan tanaman tersebut? Bagaimana riset terkini menunjukkan manfaat dari tanaman tersebut untuk kesehatan mental?

 

Tanaman Labu sebagai Wasilah Pertolongan Allah kepada Nabi Yunus


Di dalam Al-Qur’an kisah Nabi Yunus setelah keluar dari perut ikan diabadikan dalam Surat Ash-Shaffat ayat 146 sebagai berikut:


وَاَنْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّنْ يَّقْطِيْنٍۚ


Artinya:“Kami kemudian menumbuhkan tanaman sejenis labu untuknya”


Ternyata tanaman yang ditumbuhkan Allah untuk Nabi Yunus adalah sejenis labu. Nabi Yunus mendapatkan manfaat dari keberadaan tanaman labu dalam kondisi tubuh yang sakit sehingga diharapkan selain bisa menjadi makanan maupun peneduh, tanaman labu juga menjadi obat untuknya.


Sebagaimana fitrah seorang manusia, status Nabi Yunus tidak membuatnya kebal dari kondisi sakit. Seseorang yang baru keluar dari perut ikan tentu menderita secara fisik dan mental. Secara fisik, peradangan seluruh tubuh dan kelaparan pasti dialami oleh orang yang baru ditelan ikan berhari-hari. Namun, kondisi kejiwaan Nabi akan tetap sehat meskipun fisik dan mentalnya mengalami cobaan.

 

Manfaat Tanaman dan Buah Labu untuk Kesehatan Mental

 


Di dalam Al-Qur’an surat  al-Anbiya ayat 88, dikisahkan bahwa Nabi Yunus mengalami situasi mental yang dipenuhi dengan perasaan sedih sebelum keluar dari perut ikan.

 

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـنْجِى الْمُؤْمِنِيْنَ


 

Artinya:Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kesedihan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman, (QS al-Anbiyâ [21]: 88). (Ibnu Katsir, Al-Bidayah Wan-Nihâyah, jilid 1, hal. 233).


Meskipun Nabi Yunus berada dalam situasi yang diliputi oleh kesedihan, tetapi setelah berdoa dan keluar dari perut ikan serta mendapatkan manfaat dari tanaman labu kesedihannya diangkat oleh Allah subhanahu wa’taala.


Suasana duka atau kesedihan merupakan perasaan jiwa yang lumrah dialami oleh manusia. Namun, bagi orang biasa yang bukan nabi, tekanan kejiwaan yang berat dapat memicu rasa sedih berkepanjangan yang dapat menjadi gangguan depresi.


Gangguan mental lainnya yang sekarang banyak dialami oleh kawula muda selain depresi adalah kecemasan. Problema kehidupan yang semakin kompleks pada masa kini menjadikan remaja rentan mengalami anxiety disorder yaitu kecemasan.

 

Tanaman labu yang diceritakan memberikan manfaat untuk Nabi Yunus ternyata memiliki khasiat untuk memulihkan kesehatan syaraf. Perbaikan sel syaraf melalui kandungan kimiawi buah labu dapat memperbaiki kondisi mood dan kesehatan mental.


 

Riset terbaru yang dilakukan oleh Ibrahim dan timnya menunjukkan bahwa labu memiliki aktivitas antidepresan sekaligus dapat mengatasi gangguan kecemasan. Bagian tanaman yang teramati memiliki aktivitas baik untuk kesehatan mental itu adalah daun dan bijinya. Senyawa kimia yang memiliki khasiat untuk syaraf adalah triptofan dan serotonin.

 


Tanpa menafikan daging buahnya yang sangat baik untuk mencegah diabetes, penelitian yang berjudul Nutritional Value, Phytochemical Potential, and Therapeutic Benefits of Pumpkin (Cucurbita sp.) itu menyoroti manfaat dari biji labu yang biasanya terbuang. Penelitian itu diterbitkan oleh Jurnal Plants 2022, 11(11), 1394)

 

Buah Labu Kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam

​​​​​​​


Buah labu secara khusus juga menjadi salah satu kesukaan Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Di dalam salah satu hadits, disebutkan bahwa Nabi sangat menyukai buah labu

​​​​​​​
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ أَنْبَأَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ الْقَرْعَ


 

Artinya: Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah memberitakan kepada kami ['Abidah bin Humaid] dari [Humaid] dari [Anas] dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyukai buah labu." (HR. Ibnu Majah)

 


Tanaman yang disukai oleh Nabi tentu memiliki banyak keistimewaan. Keyakinan ini diungkapkan oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah ketika membahas tentang labu. Menurutnya, labu memiliki efek menenangkan hati yang cemas dan mengatur perasaan atau mood seseorang agar lebih baik. Hal ini diungkapkan oleh Siregar dan Daulay ketika mengupas hadits tentang labu dan mengaitkannya dengan perspektif sains islami.

 

Artikel tersebut diterbitkan oleh Jurnal Ilmu Hadits Al-Bukhari, volume 8 nomor 1 tahun 2025. Penelitian Siregar dan Daulay tersebut berjudul Exploring the Benefits of Pumpkin: The Harmony between Hadith and Science.

 


Cara memanfaatkan Labu

​​​​​​​

 

Apabila konsumsi labu didasarkan pada hadits dari nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam di atas, maka yang dimakan adalah daging buahnya. Daging buah labu selain mengandung karbohidrat juga memiliki manfaat untuk mencegah kerusakan sel-sel tubuh yang dikenal dengan antiinflamasi atau antiradang.

 


Bila daging buahnya dapat dijadikan beragam olahan makanan, biji labu juga dapat dimanfaatkan sebagai makanan seperti kuaci dengan cara dikeringkan, dipanggang , atau disangrai. Bijinya mengandung nutrisi yang kaya akan manfaat, salah satunya dalam bentuk minyak biji labu.


Peneliti lainnya yaitu Nurfauzi dkk membuktikan bahwa khasiat dari minyak biji labu yang dikombinasikan dengan minyak kelapa murni/Virgin Coconut Oil (VCO) bermanfaat sebagai antiradang. Penelitian ini dipublikasikan di Jurnal Ad-Dawaa’ Journal of Pharmaceutical Sciences volume 8 nomor 2 tahun 2025 dengan artikel berjudul Anti-inflammatory Activity Test of the Combination of Pumpkin Seed Oil (Cucurbita moschata) and Virgin Coconut Oil: In Vitro and In Vivo Studies.


Dengan demikian, seluruh bagian tanaman labu dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi manusia. Dalam perspektif upaya untuk menjaga kesehatan mental, konsumsi labu menjadi relevan dengan kisah Nabi Yunus yang mengalami peristiwa penting di Bulan Muharram.

 

Selayaknya kaum muslimin mengambil hikmah manfaat dari tanaman ini di saat kesehatan mental menjadi prioritas untuk dijaga, terutama bagi kawula muda di Indonesia. Wallahu a’lam bis shawab.

 

------------
Yuhansyah Nurfauzi, apoteker dan peneliti farmasi
 

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang