4 Lembaga NU Jadi Titik Awal Dalam Perluasan Digdaya Persuratan NU
NU Online · Kamis, 19 September 2024 | 11:00 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nur Hidayat (kanan) didampingi Sekretaris LP Ma'arif NU PBNU Harianto Oghie saat Rakornas LP Ma’arif NU 2024 dan Munas Pandu Ma’arif NU di Hotel Yuan Garden, Pasar Baru, Jakarta Pusat pada Rabu (18/9/2024) malam. (Foto: TVNU/Budi)
Mufidah Adzkia
Kontributor
Jakarta, NU Online
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nur Hidayat menyampaikan, ada empat lembaga yang menjadi titik awal perluasan Digitalisasi Data dan Layanan (Digdaya) Persuratan NU. Empat lembag tersebut adalah Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif, Lembaga Takmir Masjid, Lembaga Wakaf dan Pertanahan, dan Lembaga Falakiyah.
“Insyaallah, akhir bulan ini implementasi perluasan Digdaya di level lembaga di PBNU akan dimulai untuk piloting 4 lembaga yaitu LP Ma'arif, Lembaga Takmir Masjid, Lembaga Wakaf dan Pertanahan, dan Lembaga Falakiyah untuk menjadi lembaga piloting,” ujar Nur Hidayat saat Rakornas LP Ma’arif NU 2024 dan Munas Pandu Ma’arif NU di Hotel Yuan Garden, Pasar Baru, Jakarta Pusat pada Rabu (18/9/2024) malam.
Ia juga menjelaskan mengenai konsolidasi tata kelola merupakan konsolidasi yang penting dan sudah mengalami pembaruan dengan diterapkannya Digdaya Persuratan NU.
“Yang tidak kalah penting, konsolidasi tata kelola, per September tanggal 8 sudah tidak ada surat yang disampaikan lewat WhatsApp untuk pengurus harian di PBNU. Jadi mau nggak mau ya harus buka aplikasi Digdaya Persuratan,” jelasnya.
Nur Hidayat juga mengungkapkan perbedaan dari adanya Digdaya Persuratan NU adalah tidak adanya lagi stempel lembaga dan digantikan dengan seal (segel) otorisasi dari pengurus setingkat.
“Apa yang berbeda nanti salah satunya tidak ada lagi stempel lembaga. Ke depan, begitu surat selesai diproduksi oleh Maarif, oleh Falakiyah, atau lembaga apapun otorisasi seal (segel) nya itu harus mendapat otorisasi dari pengurus setingkat ,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan konsolidasi struktur yang harus ditata ulang karena sering disalahgunakan untuk kepentingan yang tidak berkaitan dengan NU secara langsung dan tidak memiliki kaitan NU sebagai jamiyah.
“Konsolidasi struktur kita ini harus ditata ulang kalau perlu. Karena, kadang-kadang struktur ini dipakai hanya untuk momentum-momentum lima tahunan yang tidak ada kaitannya dengan NU secara langsung, tidak ada kaitannya dengan tugas tanggung jawab Nahdlatul Ulama sebagai jam'iyah,” jelasnya.
Nur Hidayat juga menekankan untuk bersama-sama membangun fondasi di perjalanan abad kedua NU. “Tetapi yang terpenting bagi kita semua hari ini adalah bagaimana kita bersama-sama membangun fondasi untuk perjalanan itu di abad kedua ini, mau nggak mau harus dirubah harus dibongkar kita harus berkorban merelakan itu,” tambahnya.
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua