5 Doa dan Amalan Terhindari dari Bencana Kebakaran
NU Online · Selasa, 15 September 2026 | 17:00 WIB
Jakarta, NU Online
Kebakaran terjadi di berbagai wilayah, terlebih di musim kemarau. Kebakaran tidak hanya melanda perumahan dan gedung, bahkan juga terjadi di hutan.
Selain ikhtiar lahir untuk mencegah dan menangani persoalan tersebut, umat Islam juga diajarkan untuk berdoa sebagai bentuk penghambaan terhadap Allah swt, Tuhan Mahakuasa.
Setidaknya, ada lima doa dan amalan yang dapat dipanjatkan kepada Allah swt agar terhindar dan dicegah dari peristiwa kebakaran.
Doa perlindungan
Ustadz Muhammad Afiq Zahara mengutip doa Rasulullah saw untuk permohonan perlindungan (istiadzah). Doa ini diriwayatkan Imam al-Nasai dalam kitabnya, Sunan al-Nasâ’i bi Syarh al-Hâfidz Jalâl al-Dîn al-Suyûthî wa Hâsyiyah al-Imâm al-Sindî.
Doa isti’âdzah ini merupakan benteng yang melindungi mengingat tidak jarang musibah atau bencana terjadi karena ulah manusia, baik karena kelalaian diri kita sendiri maupun perilaku buruk orang lain, misalnya kebakaran hutan, pencemaran air laut, pencemaran lingkungan hidup dan lain sebagainya.
"Dengan membaca doa ini, paling tidak ada kesadaran lain yang muncul dalam diri kita, jika kita sepenuh harap memohon perlindungan dari Allah, sudah sepantasnya kita juga jangan sampai menjadi penyebab musibah yang menimpa orang lain, terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan alam," tulis alumni Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kebumen, Jawa Tengah itu dalam artikelnya berjudul Amalan untuk Cegah Kebakaran, Pencurian, Fitnah, dan Lain-lain yang dikutip NU Online pada Selasa (15/9/2026).
Adapun doa yang dimaksud adalah sebagai berikut.
عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ السُّلَمِيِّ هَكَذَا قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرِيقِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا
“Dari Abu al-Aswad al-Sulami, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa: “Allahumma innî a’ûdzu bika minal hadmi, wa a’ûdzu bika minat taraddi, wa a’ûdzu bika minal gharqi wal harîqi, wa a’ûdzu biki an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal mauti, wa a’ûdzu bika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a’ûdzu bika an amûta ladîghan” (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika (menjelang) kematian (sakaratul maut). Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang.”
Ustadz Afiq menjelaskan bahwa doa ini bisa dibaca siapa saja, baik yang hendak melakukan kerja-kerja sosial seperti relawan bencana dan tim penyelamat, ataupun oleh para pecinta alam, atlet oleh raga, dan peneliti lapangan agar terselamatkan dari bencana-bencana yang tidak dikehendaki tersebut.
Baca Takbir
Di samping itu, ada juga bacaan atau amalan yang diriwayatkan Imam Ibnu Sunni (w. 364 H) dalam kitabnya, ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah. Amalan yang dimaksud adalah membaca takbir.
Rasulullah bersabda: “Jika kalian melihat kebakaran, maka bertakbirlah. Sesungguhnya takbir memadamkan kebakaran.”
Mengutip Faidh al-Qadîr Syarh al-Jâmi’ al-Shaghîr min Ahâdits, Ustadz Afiq menjelaskan bahwa maksud dari “takbîr” dalam hadits di atas adalah mengucapkan “Allâhu Akbar” (Allah Mahabesar) secara berulang-ulang dengan lantang, tulus karena Allah, patuh terhadap perintah-Nya dan mengharap penuh atas keagungan kekuasaan-Nya.
"Itupun tidak cukup, harus dibarengi dengan kamâl ikhlâsh (sempurnanya ketulusan), quwwati îqân (kuatnya keyakinan), dan takhshîsh al-takbîr (pengkhususan takbir) sebagai pernyataan bahwa sesungguhnya ada Dia yang lebih besar dari segala sesuatu, yang akan membuat api padam," tulisnya mengutip Imam Abdurrauf al-Munawi dalam Faidh al-Qadîr Syarh al-Jâmi’ al-Shaghîr min Ahâdits.
Ustadz Afiq menjelaskan bahwa meskipun hadits tersebut dari segi kedudukan dinilali tidak shahih seperti hadits pertama, tetapi Imam al-Munawi menyebut hadits tersebut memiliki banyak pendukung.
"Artinya, ada banyak sahabat yang meriwayatkan hadits ini dengan ragam perbedaan redaksinya," katanya.
Mengutip Kasyf al-Khâfa wa Muzîl al-Ilbâs karya Syekh Ismail bin Muhammad al-‘Ajluni, ada riwayat Imam al-Thabrani yang menggunakan kalimat jalur ‘Amru bin Syu’aib; jalur Sayyidina Abu Hurairah radliyallahu a'nh riwayat Imam al-Thabrani dan riwayat Imam al-Baihaqi.
Tasbih
Di samping itu, Imam al-Munawi juga menambahkan amalan yang dapat memadamkan api yaitu bacaan, “hasbunâllah wa ni’mal wakîl” seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ketika dilemparkan ke dalam api.
Ia juga mengutip Imam al-Thabari, bahwa "Jika ditulis nama-nama Ashabul Kahfi dalam sesuatu, dan dilemparkan ke dalam api, padamlah api itu."
Perukunan Melayu
Selain doa dan amalan di atas, Ustadz Alhafiz Kurniawan mengutip doa atau amalan untuk mencegah bencana kebakaran, pencurian, fitnah, dan bencana lainnya yang termaktub dalam Perukunan Melayu.
"Berikut ini adalah amalan yang dapat dibaca sebagai permohonan kepada Allah agar kita dipelihara dari semua bencana tersebut," tulisnya dalam artikel Doa-Doa agar Selamat dari Kebakaran.
بِسْمِ اللهِ، مَا شَاءَ اللهُ، لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
مَا شَاءَ اللهُ، كُلُّ نِعْمَةٍ مِنَ اللهِ
مَا شَاءَ اللهُ، الخَيْرُ كُلُّهُ بِيَدِ اللهِ
مَا شَاءَ اللهُ، لَا يَصْرِفُ السُّوْءَ إِلَّا بِاللهِ
Bismlillāh, māsyā Allah, lā quwwata illā billāh
Māsyā Allah, kullu ni‘matin minallāh
Māsyā Allah, al-khayru kulluhū bi yadillāh
Māsyā Allah, lā yashrifus sū’a illā billāh
Artinya, “Dengan nama Allah, mahasuci Allah, tiada kekuatan selain berkat bantuan Allah.
Mahasuci Allah, semua nikmat berasal dari Allah.
Mahasuci Allah, kebaikan sepenuhnya di ‘tangan’ Allah.
Mahasuci Allah, tiada yang memalingkan keburukan selain berkat bantuan Allah.”
Syair di Kitab Maraqil Ubudiyah
Amalan lain yang bisa dibacakan agar terhindar dari bencana kebakaran adalah syair yang memiliki keutamaan serupa dengan doa di atas bila sering dibaca.
Syair yang berisi sifat-sifat Nabi Muhammad saw ini dikutip dari Kitab Maraqil Ubudiyah karya Syekh Nawawi Banten berikut ini.
لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طٰـهَ مُطْـلَقًا أَبَدًا * وَمَا تَثـَائَبَ أَصْـلاً فِىْ مَدَى الزَّمَنِ
مِنْهُ الدَّوَابُ فَـلَمْ تَهْرَبْ وَمَـا وَقَعَتْ * ذُبَابَةٌ أَبَـدًا فِى جِسْمِـهِ الْحَسَنِ
بِخَلْـفِهِ كَأَمَـامٍ رُؤْيَةٌ ثَـــبَتَتْ * وَلَا يُرٰى أَثْـرُ بَوْلٍ مِـنْهُ فِيْ عَلَنِ
وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَـمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ * وَلَايَرٰى ظِـلَّهُ فِى الشَّمْسِ ذُوْ فَـطِنِ
كَـتْفَاهُ قَدْ عَلَـتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا * عِنْـدَ الْوِلَادَةِ صِـفْ يَا ذَا بِمُخْتَتَنِ
هَذِه الْخَصَائِصَ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ أٰمِنًا * مِنْ شَرِّ نَـارٍ وَسُرَّاقٍ وَمِـنْ مِحَنِ
Artinya, “Thaha (nama lain dari Nabi Muhammad SAW) tidak pernah mimpi bersetubuh mutlak selamanya. Beliau juga tidak pernah menguap sepanjang zaman.
Darinya tiada satupun binatang liar menjauh. Tidak pernah hinggap seekor pun lalat di tubuhnya yang agung.
Di belakangnya seperti di depan ia dapat melihat. Bekas air kencingnya tidak dapat dilihat di tempat nyata.
Batinnya tidak tidur, meski matanya mengantuk. Bayangannya saat ia tersorot matahari tidak dapat dilihat oleh orang pintar.
Dua bahunya selalu tampak di keramaian ketika mereka duduk bersama. Ketika terlahir ia sudah dalam kondisi terkhitan, terangkanlah sifatnya.
Peliharalah semua keistimewaan Rasulullah ini, niscaya kau akan aman dari bencana kebakaran, musibah pencurian, dan pelbagai musibah dan cobaan hidup.”
Terpopuler
1
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
2
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
3
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
4
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
5
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
6
BGN Sebut 240 Ribu Satuan Pendidikan Belum Terima MBG
Terkini
Lihat Semua