Alex Komang Berhasil Bawakan Nilai Kesantrian dalam Film
NU Online · Sabtu, 14 Februari 2015 | 03:38 WIB
Jepara, NU Online
Segenap keluarga besar Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU berbelasungkawa atas meninggalnya Alex Komang, Jum’at (13/2) malam. Pemilik nama asli Saifin Nuha bin KH Shohibul Munir Al Hamil ini adalah Wakil Ketua Pengurus Pusat Lesbumi.<>
Ketua Pengurus Pusat Lesbumi Ngatawi Al-Zastrouw mengatakan, Alex Komang merupakan seorang seniman NU yang telah berhasil membawa nila-lilai kesantrian dalam karya-karyanya terutama di bidang perfilman. Ia berhasil meneruskan kiprah para pedahulu Lesbumi seperti Asrul Sani, Usmar Ismail dan Jamaludin Malik.
“Mas Alex adalah sosok seniman santri yang berhasil membawa nilai-nilai kesantrian dalam seni modern khususnya film dan teater,” katanya di rumah duka Jepara, Sabtu (14/2).
Menurut Zastrou, keberhasilan aktor kelahiran 17 September 1961 itu dibuktikan dengan kemampuannya menjaga nilai-nilai kesederhanaan dan kearifan dalam profesionalitas dunia artis.
“Sebagai artis senior yang sudah terkenal, dia mampu menjaga diri untu tidak tergerus dalam gemerlap dunia artis yang glamor dan tidak terjebak dalam nama besar yang bisa membuat orang berjarak dengan komunitas asalnyam,” tambahnya.
Alex Komang dimakamkan setelah shalat dzuhur di tanah kelahirannya, Desa Pecangaan, Kulon Jepara, Jawa Tengah, Sabtu 14 Februari.
Beberapa film baru yang dibintanginya antara lain Ca Bau Kan (2002), Laskar Pelangi (2008), Darah Garuda (2010), Surat Kecil untuk Tuhan (2011), 9 Summers 10 Autumns (2013), Sebelum Pagi Terulang Kembali (2014), dan Gunung Emas Almayer (2014). Jauh sebelum itu, ia telah meraih penghargaan sebagai aktor terbaik dalam Festival Film Indonesia pada 1987. (A. Khorul Anam)
Foto: Alex Komang berbincang di ruang redaksi NU Online
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua