Amalan Rasulullah saw Usai Shalat Jumat, Niscaya Rezekinya Terawat
NU Online · Kamis, 23 Juli 2026 | 17:00 WIB
Jakarta, NU Online
Jumat merupakan hari istimewa bagi umat Islam. Di hari tersebut, terdapat ibadah rutin mingguan, yakni shalat Jumat. Ibadah ini diawali dengan dua khutbah lalu diakhiri dengan dua rakaat shalat.
Selain berbagai amalan membaca sejumlah wirid, dzikir, dan surat-surat khusus seperti Yasin, Al-Waqiah, hingga Al-Kahfi di hari tersebut, ada juga amalan lain yang bisa dilakukan di hari tersebut, tepatnya setelah salam shalat Jumat.
Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) H Alhafiz Kurniawan menyampaikan bahwa ada amalan khusus yang Rasulullah saw lakukan setelah shalat Jumat, tepat usai salam. Hal ini sebagaimana diterangkan Syekh Abdullah bin Hijazi As-Syarqawi dalam karyanya Hasyiyatus Syarqawi ala Tanqihil Lubab.
"Artinya sebelum membaca wiridan rutinnya, ada baiknya ia mengawali wiridan itu dengan amalan khusus Rasulullah saw di hari Jumat," tulisnya dalam artikel berjudul Amalan Khusus Rasulullah saw Seusai Jumatan yang dikutip NU Online pada Kamis (23/7/2026).
Ustadz Alhafiz menjelaskan bahwa amalan khusus ini dibaca sebelum mengubah kaki dalam posisi tasyahud atau tahiyat akhir shalat Jumat dan sebelum bicara hal apapun setelah salam tersebut. Sementara bacaan yang dimaksud adalah membaca surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas (Qul Hu), Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing 7 kali.
Baca Juga
Amalan Menempati Rumah Baru
Tidak berhenti di situ, amalan tersebut dilanjutkan dengan membaca doa khusus sebagai berikut.
يَا غَنِيُّ يَا حَمِيْدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ يَا رَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ أَغْنِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allahumma ya Ghaniyyu ya Hamid, ya Mubdi’u ya Mu‘id, ya Rahimu ya Wadud. Aghnini bi halalika ‘an haromik, wa bifadhlika ‘amman siwak.
Baca Juga
Enam Syarat Sah Pelaksanaan Shalat Jumat
ِArtinya, "Hai Tuhanku Yang Maha Kaya Lagi Maha Terpuji, Yang Maha Memulai Lagi Kuasa Mengembalikan, Yang Maha Penyayang Lagi Maha Kasih, Cukupkan aku oleh pemberian-Mu yang halal, bukan yang haram. Dan puaskan aku oleh kemurahan-Mu, bukan selain-Mu."
Doa di atas ini dibaca sebanyak empat kali usai membaca surat-surat tersebut.
Jika umat Islam membiasakan melakukan amalan tersebut, insyaallah Allah swt akan mencukupkan rezekinya, diampuni dosa-dosanya, terjaga agama dan kehidupannya.
"Siapa saja melazimkan amalan ini, niscaya Allah cukupkan dan berikan rezeki kepadanya dari mana yang ia tidak perhitungkan sebelumnya; Allah ampuni dosanya baik yang lewat maupun yang datang; serta Allah pelihara sikap beragamanya, kehidupan dunianya, keluarganya, dan anaknya," tulis Ustadz Alhafiz mengutip Asy-Syarqowi.
Di dalam kitab yang sama, disebutkan bahwa keterangan tersebut juga disampaikan Ibnu Hajar dan al-Khotib. Bahkan mengutip Al-Hafni, doa tersebut berasal dari hadits sahih dari Rasulullah saw. Imam Nawawi dalam kitabnya yang berjudul Al-Adzkar juga memuat keterangan terkait doa tersebut.
Terpopuler
1
Maju sebagai Calon Ketum PBNU, KH Zulfa Mustofa: Pengurus NU Harus Faqih dan Peka terhadap Kebutuhan Umat
2
Ketum PBNU Terima Kunjungan Menkeu Purbaya, Bahas Sejumlah Investasi Bisnis dan Program Kemasyarakatan
3
Khutbah Jumat: Bulan Safar, Momentum Penguatan Iman pada Qada dan Qadar
4
Siap Tampung 3 Ribu Lebih Peserta, Berikut 6 Lokasi Penginapan Muktamar Ke-35 NU
5
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
6
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
Terkini
Lihat Semua