Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
NU Online · Jumat, 4 September 2026 | 18:00 WIB
Jombang, NU Online
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Addin Jauharudin bersama jajaran menunda kepulangan dari Jombang setelah mendapat kabar duka atas wafatnya anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Wonosalam, Jombang, Supangat, Senin (31/8/2026).
Supangat wafat setelah menjalankan tugas melayani ulama dan muktamirin dalam Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Berdasarkan kesaksian keluarga dan rekan sejawat, Supangat masih tampak sehat dan bugar sebelum wafat. Ia juga masih menjalankan tugas yang diberikan organisasi dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU.
Pada hari terakhir Muktamar, Supangat tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Ia hanya mengeluhkan kelelahan ringan setelah menjalankan tugas melayani padatnya aktivitas muktamirin di lokasi.
Dedikasi tersebut menjadi bagian dari pengabdian Supangat sebagai kader Ansor dan Banser dalam membantu kelancaran kegiatan para ulama.
Setelah tugas di lapangan selesai, Supangat kembali ke rumah pada sore hari. Saat Maghrib, ia masih berkumpul bersama keluarga dalam keadaan normal.
Namun, sekitar pukul 02.00 dini hari, keluarga dan para sahabat menerima kabar duka bahwa Supangat telah wafat. Kabar tersebut mengejutkan keluarga dan rekan-rekannya.
“Ini merupakan kehilangan kita semua kader Ansor dan Banser. Jadwal pulang setelah Muktamar kami tunda dulu dan takziah ke rumah duka, menyampaikan rasa duka yang sama serta mendoakan almarhum, juga keluarganya biar diberikan kekuatan,” kata Addin yang juga Koordinator Keamanan Nasional Muktamar Ke-35 NU.
Ansor dan Banser Bersamai Keluarga
Addin menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian Supangat selama menjalankan tugas di Muktamar Ke-35 NU. Ia menegaskan bahwa keluarga besar Ansor dan Banser akan terus membersamai keluarga almarhum.
“Ini adalah kakak-kakak kalian, saudara dan keluarga kalian,” tutur Addin sambil menunjuk para sahabat yang turut bertakziah ke rumah duka.
“Jangan pernah merasa sendirian, kalau ada apa-apa hubungi kami. Insyaallah, kami akan selalu siap ganti,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Addin bersama para sahabat dan keluarga juga menggelar doa dan tahlil untuk almarhum. Ia kemudian menyerahkan santunan berupa uang tunai dan sembako untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jangan Tunda Amal Baik
2
Khutbah Jumat: Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
3
Gus Ipul: Mekanisme Pemilihan Ketua Tanfidziyah Lewat AHWA Otomatis sampai Ranting
4
Turut Berkhidmah di Muktamar, Banser Supangat Wafat; Ketum Ansor Janji Tanggung Pendidikan Anaknya hingga Perguruan Tinggi
5
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
6
Gus Ipul Sebut Dua Kesuksesan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jombang
Terkini
Lihat Semua