Anggota Mabinas PB PMII: Peradaban Demokrasi Harus Tunduk Konstitusi
NU Online · Jumat, 14 Juni 2019 | 09:00 WIB
Kota Serang, NU Online
Anggota Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), KH Matin Syarkowi meminta semua pihak menghormati proses demokrasi yang sedang berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK). Karenanya, ia berharap agar tidak ada intervensi maupun intimidasi terhadap proses sidang yang saat ini tengah berlangsung di MK.
Kiai Matin menuturkan, perjalanan sistem demokrasi yang berperadaban sudah seharusnya tunduk pada aturan hukum. Untuk itu, masyarakat diminta untuk menghormati proses tersebut, termasuk hasil yang akan diputuskan MK dalam beberapa hari kedepan.
"Sidang di MK adalah proses konstitusional. Karena itu semua pihak wajib menghormati proses di MK, semua pihak tidak boleh melakukan upaya-upaya intervensi apalagi intimidasi terhadap lembaga peradilan tersebut. Dalam pelaksanaan demokrasi yang berperadaban haruslah tunduk pada aturan konstitusi," tukas Kiai Matin kepada NU Online di kediamanya, Jumat (14/6).
Pengasuh Pesantren Al-Fataniyah Kota Serang Banten ini menyebut keputusan MK adalah keputusan nasional yang mendasar sehingga tidak boleh masyarakat seolah menggurui dan menuding lembaga tersebut sebagai lembaga yang terintervensi oleh pihak tertentu.
Pemilu, kata Kiai Matin, sudah selesai, dan kini saatnya merajut kembali nila-nilai persatuan menjaga Indonesia dari ancaman global. Upaya itu bisa dilakukan rakyat Indonesia dengan fokus pada pendidikan moral agama dan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM)-nya.
"Khusus kepada para elit jangan sampai menggunakan masyarakat sebagai bagian dari objek politik. Lembaga pengadilan seperti MK sebaiknya dipergunakan sebagai jalan menuju persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia," tuturnya.
Ia mengajak masyarakat untuk bergandengan tangan menjunjung kepentingan nasional untuk kemaslahatan negara kedepan. (Abdul Rahman Ahdori/Aryudi AR)Â Â
Â
Terpopuler
1
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Kemenhaj Kaji Biaya Haji 2027, Pertimbangkan Faktor Pelemahan Rupiah dan Harga Avtur
4
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
5
Mesir Temani Maroko ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
6
Kajian Islam dan Jawa Dinilai Penting sebagai Fondasi Masa Depan Indonesia
Terkini
Lihat Semua