Bangsa Indonesia Banyak Orang Pintar, Sedikit yang Benar
NU Online · Senin, 25 November 2013 | 14:00 WIB
Pati, NU Online
Bencana yang paling memprihatinkan bangsa Indonesia adalah makin susahnya menemukan orang yang benar. Padahal, banyak sekali orang pintar.
<>
KH Muhammad Luthfi Abdul Hadi menyatakan hal itu saat pengajian umum pada haul ke-28 Almaghfurlah Mbah KH Ahmad di masjid jami’ Darussalam Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah Ahad malam (24/11).
Cucu almaghfurlah KH Suyuthi Abdul Qadir Guyangan ini menambahkan, sekarang banyak orang yang sikapnya tidak sesuai antara amaliyah keseharian dengan keilmuan yang dimiliki. Apalagi pihak-pihak yang saat ini sedang bergerilya meraup dukungan massa demi kepentingan sesaat.
“Ketika orang sedang butuh (dukungan-red), dia tiba-tiba rajin silaturrahim ke para kiai. Apalagi kiai yang memiliki basis massa seperti kiai kampung. Andaikan Mbah Ahmad masih hidup, pasti beliau banyak ketamonan orang yang meminta berkah,” ujar pengasuh Pesantren Nurul Ihsan Blambangan Malang ini.
Di tahun politik seperti sekarang, lanjut kiai yang akrab disapa Gus Luthfi ini, kita harus waspada terhadap orang-orang yang ingin memanfaatkan kharisma kiai atau ulama.
Sebab, kata dia, ujung-ujungnya mereka merugikan rakyat kecil. Oleh karenanya, rakyat harus cerdas agar bisa membedakan mana orang yang pintar dan mana orang yang benar.
“Untuk membedakan mana yang benar dan agak benar, yang paling mudah kita lihat saja apakah omongan orang itu sesuai dengan tingkah lakunya. Kalau tidak, yakinlah bahwa dia bisa jadi orang yang pintar, tapi tidak benar. Waspadalah.. waspadalah..,” tegasnya. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua