Jakarta, NU Online
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan banyak perempuan lulusan dari pesantren atau sekolah agama yang berhasil menjadi pemimpin.
<>
Banyaknya perempuan lulusan pesantren yang menjadi pemimpin itu, menurut Linda, di Jakarta, Rabu, merupakan bukti bahwa pesantren bisa menjadi lembaga pendidikan yang dapat membentuk karakter pemimpin berlandaskan agama.
Selain itu, katanya, hal itu membuktikan bahwa Islam tidak membedakan perempuan dan laki-laki untuk meraih pendidikan tinggi.
Menurut Linda, bukan kendala bagi perempuan yang hidup di pesantren untuk bisa meraih pendidikan tinggi yang sama dengan laki-laki.
Dia mengatakan, kalaupun banyak dari perempuan memilih menjadi ibu rumah tangga, namun kesempatan mengembangkan diri dan bersosialisasi tetap terbuka.
Dia juga menambahkan, pesantren bisa membentuk karakter kuat untuk membatasi diri dari serbuan globalisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Linda setelah dirinya menghadiri peringatan Isra Mi'raj Pesantren An-Nawawi Tanara yang diselenggarakan Majelis Ta'lim Muslimah An-Nawawi Tanara.
Pimpinan Pesantren An-Nawawi Tanara KH Ma'ruf Amien mengatakan pesantrennya menerapkan pendidikan kurikulum plus.
Siswa tidak hanya cakap ilmu duniawi tapi juga fasih dalam kitab Al Quran.
Pendidikan di Pesantren Nawawi memang baru terbuka bagi siswa siswi SMP dan SMU. Namun saat ini sedang dipersiapkan pendidikan sarjana (S1) dan magister (S2).Â
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber  : Antara
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
3
Khutbah Jumat: Bulan Maulid, Kembali Membaca Sirah Nabawiyah untuk Diteladani
4
Dijual Setan Muktamar
5
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
6
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
Terkini
Lihat Semua