Diusung PWNU Jatim, Gus Kikin Optimis Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU
NU Online · Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:15 WIB
M Fathur Rohman
Kontributor
Jombang, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mengungkapkan dirinya diusung oleh PWNU Jawa Timur untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Gus Kikin menyatakan optimis menghadapi proses pemilihan sekaligus menyerahkan sepenuhnya keputusan akhir kepada muktamirin yang hadir dalam forum.
"Saya dicalonkan oleh PWNU Jawa Timur. Nah, kemudian kita masuk ke proses-proses ini sekarang ini di dalam Muktamar itu, ya nanti kita lihatlah bagaimana muktamirinnya. Itu yang menentukan muktamirin nanti. Nah, ya supaya semuanya sabar menunggu proses itu berlangsung. Saya rasa semua punya peluang," kata Gus Kikin saat ditemui Jumat (28/8/2026).Â
Gus Kikin mengaku optimis dengan modal utama berupa respons positif yang ia terima selama menjalin silaturahmi dengan berbagai pihak.
"Ya, kalau saya selalu optimis. Kan kita ini tugas saya itu bersilaturahim. Kalau banyak yang responsnya bagus ya saya rasa itu mungkin cukup untuk optimis itu," ujarnya.
Mengenai program yang akan diusung apabila terpilih, Gus Kikin menyebut fokus utamanya adalah menghidupkan kembali naskah Qanun Asasi yang ia temukan di Tebuireng, untuk dipelajari dan diaplikasikan dalam perjalanan NU ke depan.
"Saya di Tebuireng itu menemukan naskahnya Qanun Asasi, bukunya Qanun Asasi. Dan itu akan kita pelajari bagaimana Qanun Asasi itu bisa diberlakukan lagi untuk perjalanan NU ke depan. Itu cukup lama nanti untuk bisa mengaplikasikan Qanun Asasi itu ke dalam perjalanan NU ke depan," ujarnya.
Terkait mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU yang masih menjadi pembahasan hingga saat ini, Gus Kikin menyerahkan pembahasannya kepada Komisi Organisasi, sembari menekankan pentingnya asas keadilan bagi seluruh pihak baik dari cabang, wilayah, maupun peran Rais Aam dalam proses tersebut.
"Itu nanti di Komisi Organisasi ini nanti. Jadi ya manalah yang paling adil ya. Pemilihan nanti cabang-cabang diberikan peluang, PW-PW/PC pun diberikan peluang untuk menyampaikan aspirasinya. Nah, kemudian bagaimana di atas nanti Rais Aam itu juga ikut berperan di dalam memutuskan," katanya.
Gus Kikin mengaku tidak mempermasalahkan sistem pemilihan mana pun yang akan disepakati forum, dengan menekankan pentingnya kebersamaan dan musyawarah di antara seluruh pihak.
"Saya mah sama aja. Semuanya bagus. Yang penting kita itu semuanya guyub, bermusyawarah dengan baik. Nah, ini kita ke depan lagi kita memulai dengan satu kebersamaan. Itu yang saya rasa terbaik nanti," ujarnya.
Ia turut menegaskan kesiapannya menerima siapa pun sosok yang terpilih sebagai Rais Aam PBNU nantinya, baik melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) maupun mekanisme lain yang disepakati forum.
"Siap. Kan enggak bisa nolak itu hasil dari AHWA itu," katanya.
Hubungan NU dengan NegaraÂ
Soal arah hubungan PBNU dengan negara apabila dirinya terpilih, Gus Kikin menegaskan NU tidak dapat berseberangan dengan negara, mengingat organisasi tersebut turut berperan membangun masyarakat sipil yang bersinergi dengan pemerintah demi kemaslahatan bersama.
"NU itu tidak bisa berlawanan, bermusuhan dengan negara. NU itu memang membangun masyarakat menjadi civil society. Kemudian kemaslahatan itu ya memang harus kita bersama-sama dengan negara untuk membangun bangsa," katanya.
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
3
Khutbah Jumat: Bulan Maulid, Kembali Membaca Sirah Nabawiyah untuk Diteladani
4
Dijual Setan Muktamar
5
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
6
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
Terkini
Lihat Semua