Silaturahim PCINU, Jejaring Diaspora Diharap Perkuat Ekosistem Halal hingga Pasar Internasional
NU Online · Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:30 WIB
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat menghadiri silaturahmi PCINU di Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026). (Foto: NU Online/A Habiburrahman)
A Habiburrahman
Kontributor
Jombang, NU Online
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mendorong jejaring Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di berbagai negara untuk mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ekosistem halal hingga menembus pasar internasional.
Menurut Emil, keberadaan diaspora Nahdliyin di berbagai negara merupakan potensi strategis yang dapat dikembangkan untuk menghubungkan produk dan pelaku usaha dengan pasar global.
“Di sinilah peran jejaring PCINU bisa ikut meningkatkan bonus demografi hingga bonus intelektual, terutama kaitannya dengan abad kedua NU,” ujarnya pada acara Forum Silaturahmi PCINU & Halaqah PTNU di Pondok Pesantren Al-Muhajirin III Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026).
Emil mencontohkan perkembangan PCINU Jepang yang pada awal berdirinya bernama Komunitas Muda NU (KMNU) Neo. Sejumlah alumni tersebut kini telah menempati berbagai posisi strategis di pemerintahan maupun sektor lainnya.
“Ini baru satu contoh di Jepang pada era 2004-2006. Jika ditarik hingga hari ini, sudah dua dekade dan jejaring tersebut telah tersebar di banyak negara. Tentu ini menjadi jejaring diaspora yang harus menjadi wadah yang baik untuk menjawab tantangan zaman,” katanya.
Ia menilai diaspora Nahdliyin di luar negeri tidak hanya aktif dalam kepengurusan PCINU. Sebagian di antaranya bahkan terlibat hingga tingkat Majelis Wakil Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (MWCINU). “Kondisi tersebut menunjukkan luasnya jaringan masyarakat Nahdliyin di tingkat global,” ucapnya.
Emil mengatakan penguatan ekosistem halal di Jawa Timur tidak dapat dilepaskan dari peran pondok pesantren. Jawa Timur memiliki ribuan pesantren dengan potensi ekonomi dan sumber daya manusia yang besar.
“Di Jawa Timur ini salah satu yang menjadi pilar kita adalah pondok pesantren. Ada 7.347 pondok pesantren, 660 ribu santri, dan 41.317 ustaz dan ustazah,” ujar Emil.
Menurutnya, besarnya ekosistem pesantren tersebut dapat menjadi kekuatan untuk mengembangkan industri halal, baik melalui penguatan sumber daya manusia maupun pengembangan produk dan usaha berbasis halal.
“Dengan adanya penyederhanaan proses halal tersebut, banyak lembaga halal, pusat-pusat halal di kampus, dan pendamping halal yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Proses untuk memperoleh sertifikasi halal semakin mudah,” jelasnya.
Namun, kemudahan tersebut, kata Emil, tidak boleh dimaknai sebagai pelonggaran terhadap standar halal. Sebaliknya, kemudahan sertifikasi harus mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk halal. “Hal ini tidak membuat semakin longgar, tetapi semakin memacu pelaku usaha untuk meningkatkan halal value,” katanya.
Menurut Emil, jejaring PCINU dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperluas akses ekspor produk halal. Jaringan diaspora Nahdliyin yang berada di berbagai negara dapat berperan dalam membuka akses pasar, membangun koneksi bisnis, sekaligus memahami karakteristik konsumen di negara tujuan.
“Kesadaran dari para pelancong atau pebisnis yang melakukan perjalanan untuk mendapatkan layanan yang memenuhi standar halal cukup tinggi. Jangan sampai yang menjadi rujukan dan pemenuh kebutuhan halal justru negara lain,” ujarnya.
Karena itu, Emil menilai pertemuan dan silaturahmi PCINU yang membahas pengembangan ekosistem halal memiliki arti penting bagi masa depan industri halal Indonesia.
“Saya kira hal yang luar biasa silaturahmi PCINU ini membahas ekosistem halal. Jangan hanya menjadi tuan di negeri sendiri, tetapi menjadi pemain besar di kancah internasional dalam ekosistem halal,” pungkasnya.
Kontributor: A Habiburrahman
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
4
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
5
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua