Nasional

Bawaslu Gandeng Pesantren dan Tokoh Lintas Agama

NU Online  ·  Sabtu, 4 Agustus 2018 | 14:30 WIB

Bawaslu Gandeng Pesantren dan Tokoh Lintas Agama

Pertemuan Bawaslu RI dengan Pengasuh Pesantren Tebuireng.

Jombang, NU Online
Demi menciptakan suasana Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 nanti aman dan lancar, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia menggandeng tokoh agama. Hal ini tampak dalam Festival Pengawasan Lintas Iman yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (4/8).

Penyelenggaraan kegiatan ini atas kerja sama Badan Pengawas Pemilu dan Pesantren Tebuireng. Dalam pertemuan dibahas beberapa isu politik yang diseret ke agama. Hal tersebut mengakibatkan permasalahan politik campur aduk dengan masalah agama. 

"Festival pengawasan lintas iman sengaja dilaksanakan di Tebuireng karena sangat tepat sebagai simbol toleransi antarumat beragama," jelas Komisioner Bawaslu divisi sosialisasi, Mochammad Afifuddin.

Ia menjelaskan bahwa dawuh dan fatwa dari tokoh berefek langsung kepada masyarakat. Karena setiap hari mereka berhubungan dengan berbagai elemen masyarakat. Oleh karena itu kontrol tokoh agama begitu penting untuk mengantisipasi munculnya isu Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) pada gelaran Pemilu 2019 nanti.

Bawaslu melihat pada Pilkada serentak 2018 kemarin masih ada sebagian pendukung pasangan calon yang mengangkat isu SARA. Hal itu harus diantisipasi agar tak terjadi perpecahan di Indonesia.

"Sumbangsih tokoh agama penting untuk membantu antisipasi munculnya isu SARA dalam Pemilu," ungkap Afifudin.

Sementara itu pengasuh Pondok Pesantren Puteri Tebuireng KH Fahmi Amrullah atau Gus Fahmi mengatakan bahwa perbedaan agama bukan menjadi penghalang untuk membangun persatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Gus Fahmi yang menjadi perwakilan testimoni umat Islam menyampaikan isu SARA dalam momentum pemilu dapat diantisipasi dengan peran serta tokoh lintas agama. Caranya yaitu tidak ikut memprovokasi masyarakat menyerang salah satu pasangan calon.

"Isu SARA dalam momentum Pemilu dapat diantisipasi pengawasan dari tokoh lintas agama," pungkasnya. 

Bawaslu RI juga melakukan pertemuan dengan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Suasana akrab terlihat pada pertemuan yang dilangsungkan di dalem kasepuhan Pesantren Tebuireng tersebut. (Syarif Abdurrahman/Ibnu Nawawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang