Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pengurus Pusat Jamāiyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Muballighoh (JPPPM) bidang Keagamaan Ning Umnia Labibah menyampaikan bahwa emosional perempuan lebih dominan dibanding dengan laki-laki dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya faktor biologis. Maka perlu cara untuk perempuan dapat mengelola emosi-emosinya.
Ning Labibah menyampaikan bahwa cara perempuan melampiaskan emosinya dengan melakukan kegiatan atau hobi yang disukai.
āEmosi perempuan memang lebih dominan dari laki-laki, maka perempuan juga sering melampiaskan emosinya dengan teriak, melakukan olaharaga bisa bersepeda, lari, atau bisa juga makan makanan yang perempuan suka,ā ujarnya dalam Acara Dialog Interaktif NU Online #7 yang disiarkan secara langsung melalui kanal Instagram NU OnlineĀ pada Kamis (13/3/2025).
Ia menyampaikan bahwa Rasulullah saw mengajarkan ketika seseorang sedang emosi termasuk perempuan untuk membaca shalawat, berdzikir, atau berwudhu.
āRasulullah saw mengajarkan ketika kita, perempuan emosi untuk berdzikir, bisa juga bershalawat, atau berwudhu dengan air karena air memberikan energi baik sehingga emosi mudah meredam,ā katanya.
Ning Labibah mengatakan bahwa agama Islam mengakui adanya perbedaan emosional antara perempuan dan laki-laki. Dalam Surah An-Najm menjelaskan bahwa Allah swt menciptakan perempuan dan laki-laki secara berpasangan sehingga ada sisi saling melengkapi termasuk dalam faktor biologisnya.
āSehingga secara faktor biologisnya, secara anatominya berbeda, manusia ini kan memiliki tujuan sebagai khalifah di bumi (pemimpin di bumi),ā ujarnya.
āDalam menjalankan tugas sebagai khalifah pasti memiliki tugas-tugas yang berbeda untuk menjalankannya, termasuk dalam reproduksinya juga pasti berbeda,ā tambahnya.
Baca Juga
Tips Mengelola Emosi ala Gus Baha
Ia mengatakan bahwa faktor biologis sangat mempengaruhi cara perempuan dan laki-laki merespons rangsangan emosional. Selain itu, perempuan juga cenderung memiliki kapasitas empati yang lebih tinggi, yang membuat mereka lebih mudah terhubung dengan perasaan orang lain.
āSecara alami, hormon seperti estrogen pada perempuan membuat perempuan akan lebih sensitif terhadap perasaan dan lebih mudah merespons situasi emosional,ā katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda, Banyumas, Jawa Tengah itu menyampaikan bahwa kondisi hormon esterogen perempuan yang lebih banyak jika dibanding dengan laki-laki membuat emosional perempuan akan lebih dominan.
āPerempuan itu kalau berdebat tidak bisa logis, Surah Az-Zukhruf ayat 18 ini menyampaikan kalau perempuan berdebat itu tidak bisa memberikan pernyataan yang logis,ā ucapnya.
āBukan cuman di dalam Al-Qurāan, di dalam hadits pun ada yang menyebutkan bahwa perempuan itu kurang akalnya. Artinya kalau berdebat tidak menggunakan akalnya,ā tambahnya.
Terpopuler
1
Maju Calon Ketua Umum PBNU, Gus Yusuf Soroti Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Pesantren
2
Khutbah Jumat: Menyeimbangkan Antara Percaya Takdir dan Tuntutan Menjaga Kesehatan
3
Khutbah Jumat: Menjaga Kesehatan dengan Berolahraga, Ikhtiar Menjaga Amanah dari Allah
4
Gus Rozin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Bawa Misi Benahi Organisasi
5
Kongres Umat Islam Indonesia Usulkan Pembentukan Danantara Syariah untuk Konsolidasikan Ekonomi Umat
6
Prabowo Tuding Masih Ada Londo Ireng dengan Wajah Wartawan hingga LSM
Terkini
Lihat Semua