Nasional

Doa Menag dalam Sidang Tahunan MPR DPR; Pemimpin Mampu Menerima Kritik yang Benar

NU Online  ·  Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:40 WIB

Doa Menag dalam Sidang Tahunan MPR DPR; Pemimpin Mampu Menerima Kritik yang Benar

Menag Nasaruddin Umar pimpin doa pembukaan Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026) pagi.

Jakarta, NU Online

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memimpin doa pembukaan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026) pagi.

 

Dalam doanya, Nasaruddin memohon agar Indonesia dan para pemimpinnya dilindungi dari fitnah dan tipu daya. Ia juga meminta agar para pemimpin memiliki kesadaran untuk menerima kritik yang benar.

 

"Ya Allah, lindungilah kami dari tipu daya. Sadarkanlah diri kami dari kritik mereka yang benar. Ampuni mereka jika fitnah dan tipu daya itu keliru," ucap Nasaruddin.

 

Nasaruddin juga berdoa agar seluruh pemimpin dan masyarakat Indonesia dapat menyatukan hati dalam mencintai bangsa dan negara. "Satukanlah hati kami dalam mencintai negeri ini. Bantulah siapa pun hamba-Mu yang terzalimi dan lemah di muka bumi ini," tuturnya.

 

Ia menyadari masih panjang jalan yang harus ditempuh bangsa Indonesia, termasuk berbagai tantangan dan hambatan yang harus dihadapi.

 

"Ya Allah, masih panjang jalan yang harus ditempuh, tantangan yang dihadapi dan hambatan yang harus dilalui. Berikanlah kami ketenangan dan ketegaran untuk melewati tersebut," katanya.

 

Nasaruddin juga memohon agar para pemimpin bangsa diberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai cobaan. "Kami yakin seberat apa pun cobaan, semua akan ringan bagi kami. Ampunilah dosa dan kekeliruan kami para pemimpin bangsa. Jadikan bangsa dan negeri kami sebagai baldatun thayyibatun," ucapnya.

 

Sebelumnya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani resmi membuka Sidang Tahunan MPR Tahun 2026 dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2026.

 

Muzani mengatakan sidang tersebut memiliki agenda laporan kinerja lembaga-lembaga negara yang akan disampaikan Presiden serta pidato kenegaraan Presiden dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

"Sidang Tahunan MPR Tahun 2026 dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2026 dengan agenda laporan kinerja lembaga-lembaga negara yang akan disampaikan oleh Presiden dan pidato kenegaraan Presiden dalam rangka memperingati ulang tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kami buka dan dinyatakan terbuka untuk umum," kata Muzani.

 

Berdasarkan daftar hadir yang disampaikan Sekretariat Jenderal MPR, sebanyak 629 dari total 732 anggota MPR yang terdiri atas anggota DPR dan DPD telah hadir dalam sidang.

 

"Dengan demikian, berdasarkan Pasal 99 huruf C Tata Tertib MPR dan Pasal 281 ayat (1) Tata Tertib DPR, serta Pasal 256 ayat (5) Tata Tertib DPD, sidang telah memenuhi syarat untuk dibuka," ujarnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang