Dua Kecamatan dan Delapan Desa Terdampak Erupsi Semeru
NU Online · Ahad, 5 Desember 2021 | 07:00 WIB
Anggota Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) sedang membantu evakuasi korban erupsi Gunung Semeru. (Foto: LPBINU Lumajang)
Nuriel Shiami Indiraphasa
Kontributor
Jakarta, NU Online
Sejumlah delapan desa dari dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terdampak semburan awan panas gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021) sore.
Dua kecamatan terdampak erupsi tersebut adalah Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo. Sebanyak lima desa di Kecamatan Candipuro yang terdampak erupsi adalah Desa Sumberwuluh, Sumbermujur, Penanggal, dan Sumberrejo.
Adapun di Kecamatan Pronojiwo, terdapat tiga desa terdampak erupsi Semeru yakni Desa Supiturang, Sumberurip, dan Oro Oro Ombo.
Upaya penyelamatan dan evakuasi warga masih terus berlangsung. Tim NU Peduli Semeru yang terdiri dari gabungan personel LPBINU, LAZISNU, dan Banser mengevakuasi para warga terdampak ke beberapa titik pengungsian seperti di Balai Desa Penanggal, Masjid Jarit, Balai Desa Sumberwuluh, dan beberapa rumah warga yang aman.
Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Lumajang, Abdul Majid Ridwan mengatakan saat ini tidak ditemukan adanya korban jiwa akibat erupsi Semeru tersebut. Kendati demikian, sejumlah puluhan orang dikabarkan mengalami luka-luka.
"Untuk update sementara, korban meninggal dunia nihil, luka ringan 5 jiwa, dan luka berat 32 jiwa," kata Ridwan kepada NU Online, Sabtu (4/12/2021) malam.
Para korban kemudian dievakuasi ke tempat layanan kesehatan. Sejumlah 25 orang dibawa ke Puskesmas Penanggal, dan 12 orang lainnya dirujuk ke beberapa rumah sakit, yakni Rumah Sakit Daerah Dokter Hafidz, dan Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang.
Sementara itu, jembatan Gladak Perak sebagai jalur pengevakuasian utama juga dikabarkan ambruk. Jembatan tersebut merupakan penghubung antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.
"Akses jembatan Perak untuk sementara ini putus total,” ujar Ridwan.
Ridwan mengatakan beberapa kebutuhan logistik sangat dibutuhkan oleh warga terdampak saat ini.
"Saat ini kebutuhan mendesak seperti makanan cepat saji, air mineral, susu balita, vitamin, masker, selimut, pampers, pembalut, terpal, dan tikar," terang Ridwan.
Terdapat dua Posko NU Peduli Semeru, yakni pertama di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Candipuro, dan kedua di Gedung MWCNU Pronojiwo.
Gunung Semeru dilaporkan mengeluarkan awan panas ke arah Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu 4 Desember 2021 pukul 15:20 WIB. Proses evakuasi warga masih terus berlangsung hingga saat ini.
Untuk menyalurkan donasi terbaik terkait tanggap bencana erupsi Gunung Semeru, bisa melalui LPBINU Lumajang di nomor rekening 3456777703 (BNI).
Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua