Dubes Yaman Sambangi PBNU, Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan
NU Online · Kamis, 9 Juli 2026 | 16:30 WIB
Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, bertemu dengan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026). (Foto: NU Online/Haekal)
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama antara Yaman dan Nahdlatul Ulama (NU), khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Ahmad Ginanjar Sya'ban, mengatakan pertemuan tersebut juga menjadi ajang silaturahim setelah Duta Besar Salem menjalankan tugas diplomatik di Indonesia selama sekitar 10 bulan.
"Beliau sangat berbahagia bisa berkunjung ke PBNU dan bertemu dengan Ketua Umum PBNU. Salah satu pembahasan dalam pertemuan ini adalah meningkatkan hubungan antara Yaman dan Indonesia, khususnya dengan NU, di bidang pendidikan dan kebudayaan," katanya kepada NU Online usai pertemuan.
"Ini adalah kunjungan persahabatan dan Duta Besar Yaman ini baru datang bertugas ke Indonesia kurang lebih sekitar sepuluh bulan," sambungnya.
Selain kerja sama pendidikan dan kebudayaan, Ginanjar menjelaskan bahwa Pemerintah Republik Yaman juga berharap NU dapat terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Republik Indonesia dalam mendukung pemerintah yang sah di Yaman.
"Sangat berharap NU bisa memainkan perannya untuk meningkatkan atensi kepada Pemerintah Indonesia agar terus mendukung pemerintah yang sah di Yaman," jelasnya.
Menurut Ginanjar, Duta Besar Salem juga mengapresiasi kiprah NU di bidang keagamaan, sosial, dan pendidikan.
"Terutama NU yang selama ini dikenal sebagai organisasi keagamaan yang ber-manhaj wasathiyyah, toleran, moderat, serta sangat mendukung dialog antarmazhab, dialog antarperadaban, dan perdamaian kemanusiaan yang saat ini sangat dibutuhkan oleh Yaman," ujarnya.
Selain itu, kedua pihak juga membahas sejarah panjang hubungan antara Yaman dan Indonesia yang dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan kedua negara pada masa mendatang.
"Itu menjadi modal besar untuk mengembangkan hubungan diplomatik antara Yaman dan Indonesia," katanya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Katib Syuriyah PBNU KH Nurul Yaqin Ishaq dan Ketua PBNU Ahmad Suaedy.
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua