Nasional

Gelar Konferensi Internasional, UNU Blitar Tekankan Penempatan Nilai Kemanusiaan pada Perkembangan Teknologi

NU Online  ·  Senin, 7 September 2026 | 22:00 WIB

Gelar Konferensi Internasional, UNU Blitar Tekankan Penempatan Nilai Kemanusiaan pada Perkembangan Teknologi

Ilustrasi perkembangan teknologi kecerdasan buatan AI. (Foto: Magnific)

Blitar, NU Online

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin masuk ke dunia pendidikan. Teknologi ini dapat membantu pembelajaran, penelitian, hingga pekerjaan administratif. Namun, di tengah perkembangan tersebut, muncul persoalan yang lebih mendasar: bagaimana memastikan teknologi tetap membantu manusia, bukan justru menggantikan peran dan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan?


Pertanyaan itu menjadi salah satu perhatian dalam The 1st International Conference on Eco-Innovation, Education, and Islamic Studies (ICEEIS) 2026 yang diselenggarakan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar secara daring melalui virtual, Sabtu (5/9/2026).


Konferensi yang menjadi bagian dari rangkaian Harlah ke-10 UNU Blitar tersebut mempertemukan 32 presenter dari empat negara. Selain AI dan pendidikan, forum ini membahas inovasi ekologis, keberlanjutan, kearifan lokal, serta kajian Islam.


Saat membuka konferensi, Sekretaris BPP UNU Blitar Rudiyanto Hendra Setiawan menekankan pentingnya menempatkan nilai kemanusiaan dalam merespons perkembangan teknologi.


"Perkembangan teknologi harus kita respons dengan tetap menempatkan nilai dan kemanusiaan sebagai pijakan pendidikan," ujar Rudiyanto.


Ketua LPPM UNU Blitar sekaligus Ketua Panitia ICEEIS 2026, Ahmad Saifudin, mengatakan forum tersebut diharapkan menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan akademik untuk membaca perubahan yang sedang berlangsung.


"ICEEIS menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan akademik dalam menjawab tantangan pendidikan di era perubahan teknologi," kata Saif.


Salah satu pembicara kunci, Moses Adeleke Adeoye, mengingatkan bahwa perubahan teknologi tidak dapat dipisahkan dari persoalan etika dan kepemimpinan. Menurut dia, AI dapat menjadi mitra pendidikan, baik dalam pembelajaran, administrasi akademik, maupun penelitian.


Penggunaan AI dapat mengurangi pekerjaan rutin sehingga pendidik dan peneliti memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan penalaran, pendampingan, dan pengambilan keputusan.


Di sisi lain, teknologi tersebut juga membawa risiko, mulai dari bias, persoalan privasi, berkurangnya peran manusia, hingga kesenjangan akses. Karena itu, penggunaan AI dalam pendidikan perlu memperhatikan keadilan, transparansi, akuntabilitas, inklusivitas, dan keberlanjutan.


Persoalan nilai dan keberlanjutan juga dibawa Hanafi Hussin dari Universiti Malaya, Malaysia. Ia membahas Eko-Islam dan kearifan lokal sebagai sumber bagi pendidikan berkelanjutan. Menurut materi yang disampaikannya, tradisi, ritual, dan pengetahuan masyarakat dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan dan identitas budaya.


Sementara itu, Muhammad Mujab membahas tantangan perguruan tinggi Islam di tengah perkembangan AI. Teknologi dapat membantu mencari, menerjemahkan, dan mengolah sumber pengetahuan keislaman. Namun, AI tetap memiliki keterbatasan dalam memahami metodologi, konteks sosial-historis, dan dimensi nilai.


Risiko halusinasi, yakni munculnya informasi yang tampak meyakinkan tetapi keliru, membuat hasil yang diberikan AI tetap membutuhkan verifikasi.


Presenter konferensi berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri, antara lain IAIN Pontianak, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, IAI Al-Fatimah Bojonegoro, Universitas Tulungagung, UNU Blitar, The Islamia University of Bahawalpur, dan University of the Punjab, Lahore, Pakistan.


Selain menjadi ruang pertukaran gagasan, ICEEIS 2026 diarahkan menghasilkan Proceeding ICEEIS. Peserta juga memperoleh Letter of Recommendation (LoR) untuk mendukung publikasi pada jurnal internasional bereputasi.


Kontributor: Wijianto

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang