Gus Mus Bicara Soal Jamaah dan Jam’iyah NU
NU Online · Selasa, 18 Februari 2014 | 01:01 WIB
Rembang, NU Online
Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri mengatakan, para kiai dan ulama yang ada di Indonesia hakikatnya sama, yakni mewakafkan dirinya untuk masyarakat. Mereka Memberikan pelajaran ilmu kepada para santri, memberikan pengatahuan.
<>
Menurutnya, baru ketika Kiai Wahab dan Kiai Bisri, menjalankan dawuh dari Sayidina Ali yang berbunyi “bahwa yang batil jika ditata dan diorganisir dengan baik, maka akan mengalahkan yang hak”, para kiai itu pun diorganisir.
Kata kiai yang akrab disapa Gus Mus ini, jika yang batil aja bisa ditata dan diorganisir, apalagi yang baik. Jika mau ditata, yang baik akan menjadi sangat baik juga. Jadi jamaah yang ada dimana mana ini, bisa diwadahi dengan jam’iyah.
Maka, lanjut Gus Mus pada Konferwil IPPNU dan IPNU Jawa Tengah di Pesantren Raudhatut Thalibin, Rembang ini (8/2), di NU ini ada dimensi jamaah dan jam’iyah. Jamaah merupakan isi, dan jam’iyah merupakan wadahnya. Mestinya jamaah ini harus lebur ketika diwadahi jam’iyah.
Menurut Gus Mus, yang menjadi penjembatan antara jamaah tradisional dan jam’iyah modern berupa organisasi adalah KH Mahfud Sidiq dan KH Wahid Hasyim ayahanda Gus Dur, hingga tahun 1955. Hingga NU menjadi partai politik belum ada penenerusnya.
Kiai asal Rambang itu bermimpi NU terorganisir dalam jam’iyah. “Masih begini saja, NU sudah diperhitungkan, apalagi jika Nahdliyin benar-benar menjadi organisatoris, akan sangat menakutkan dan sangat disegani,” katanya. (Ahmad Asmu’i/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
2
Menurut Imam Ghazali, Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Akan Jatuh pada Malam Ke-25
3
Khutbah Jumat: Hikmah Zakat Fitrah, Menyucikan Jiwa dan Menyempurnakan Ibadah
4
Khutbah Jumat: Urgensi I’tikaf di Masjid 10 Malam Terakhir Ramadhan
5
Khutbah Jumat: Puasa, Al-Qur’an, dan 5 Ciri Orang Bertakwa
6
Lafal Doa Malam LaiLatul Qadar, Lengkap dengan Latin dan Terjemah
Terkini
Lihat Semua