Gus Yahya Ingatkan Warga NU untuk Tidak Menantang Kualat
NU Online · Ahad, 14 Mei 2023 | 12:30 WIB
Muhammad Faizin
Penulis
Semarang, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, mengajak warga NU untuk senantiasa mengikuti apa yang telah didawuhkan (diputuskan) oleh para ulama. Sikap tak mematuhi ulama menurutnya akan mendatangkan kualat.
Diantaranya, Gus Yahya mengingatkan warga NU untuk mematuhi keputusan ulama yang telah sepakat dan mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam bingkai kebinekaan ini. Tidak perlu warga NU banyak pertanyaan terkait dalil-dalil yang digunakan untuk keputusan tersebut.
"Pada saat ulama sepakat bersama. Mari kita ikuti saja. Supaya jangan sampai kita kualat. Nggak usah tanya dalilnya," katanya pada Halal bi Halal PBNU yang dilaksanakan di Auditorium UIN Wali Songo Semarang, Ahad (14/5/2023).
Begitu juga Gus Yahya mengingatkan untuk senantiasa meyakini apa yang telah diputuskan para ulama NU merupakan kesepakatan yang akan membawa kemaslahatan. Jangan sampai warga NU melakukan tindakan yang ia sebut sebagai 'menantang kualat'.
"Mari kita sungguh-sungguh memperhatikan tidak tanduk kita. Jangan sampai nantang kualat," jelasnya pada acara yang mengangkat tema Syawalan Bahagia Menuju NU Digdaya di Abad Kedua ini.
Gus Yahya mengingatkan juga bahwa sebagai santri-santri para ulama, posisi teraman tidak lain dan tidak bukan adalah bertabarukan pada mereka. Mencari keberkahan menjadi hal penting yang harus menjadi pondasi dalam bermuamalah dalam kehidupan.
Pada kesempatan tersebut, Gus Yahya juga menyampaikan bentuk tabarukan adalah dengan mempertahankan tradisi yang diwariskan oleh para ulama. Di antaranya adalah tradisi Halal bi Halal yang dicetuskan oleh KH Wahab Chasbullah, pendiri NU.
"Selamat datang di abad kedua Nahdlatul Ulama. Selamat Idul Fitri pertama di Abad Kedua Nahdlatul Ulama,"
Kegiatan ini dihadiri oleh segenap jajaran syuriyah dan tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, PWNU se-Indonesia, PWNU Jateng dan DIY, dan PCNU serta MWCNU.
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua