Haul Buntet Diisi dengan Aksi Sosial Donor Darah
NU Online · Rabu, 3 Agustus 2022 | 08:30 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Cirebon, NU Online
Puluhan orang mendonorkan darahnya dalam agenda Donor Darah sebagai rangkaian Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren tahun 2022. Kegiatan ini dilangsungkan di Akademi Keperawatan (Akper) Buntet Pesantren pada Selasa (2/8/2022).
Ketua Panitia Haul Buntet 2022 Nuruddin menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh guru, karyawan, masyarakat, santri, pelajar, dan mahasiswa di lingkungan Pondok Buntet Pesantren.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Panitia Haul Buntet Pesantren dengan Akper Buntet Pesantren, Palang Merah Indonesia (PMI) Cirebon, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Cirebon.
Sementara itu, Pembantu Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan Akper Buntet Pesantren Adi Muhaeriadi menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini sebetulnya banyak peminatnya.
Namun, beberapa di antaranya tidak memenuhi syarat saat proses pemeriksaan kelayakan sebagai pendonor sehingga terpaksa niat tulusnya itu harus tertunda. “Screening tidak memenuhi syarat. Tidak bisa mendonorkan darahnya,” ujarnya.
Adi juga beranggapan bahwa kekurangan pendonor dari 200 pendonor yang diharapkannya barangkali karena faktor keragu-raguan masyarakat mengingat masih merebaknya virus Covid-19. “Masa pandemi masih sehingga (masyarakat) masih ragu. Dan sosialisasi perlu jauh-jauh hari,” katanya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Panitia Haul Buntet yang terus mempercayakan Akper Buntet Pesantren untuk selalu terlibat dalam agenda tahunan ini. Kepercayaan ini memberikan pengalaman yang cukup berarti bagi sivitas akademika, khususnya para mahasiswa.
Donor darah ini, sebetulnya, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan PMI Cirebon dengan Akper Buntet Pesantren setiap tiga bulan sekali (triwulan). Karenanya, donor darah di kampus tersebut bukanlah hal baru.
Koordinator PMI Agung menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah mematok target tertentu dalam kegiatan donor darah. Sebab, donor darah ini bersifat sukarela, tidak ada unsur memaksa kepada para pendonor.
Hal itu pula yang memang diakui Ahmad Fasya Al-Fayyadl, salah satu pendonor. Pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren itu mengaku bahwa donor darah dilakukannya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan darah yang segolongan dengannya.
Pasalnya, pria yang pernah menjadi Ketua Palang Merah Remaja (PMR) Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putra itu kerap mendapatkan informasi orang yang kekurangan darah. “Semoga bisa membantu orang-orang yang membutuhkan,” harapnya.
Ia bersyukur bisa memenuhi syarat sebagai pendonor setelah melalui proses uji kelayakan tiga tahap, mulai dari (1) cek usia dan keadaan tubuh terbaru, (2) cek tekanan darah, berat badan dan tinggi, dan (3) cek darah.
Pewarta: Syakir NF
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua