Karimun, NU Online
Habib Syarif memandang penting memperkuat komitmen kebangsaan para kader Ansor, di manapun berada, apalagi di wilayah terdepan atau perbatasan Indonesia.Ā
Ā
āKader Ansor kini menjadi contoh terbaik atau best practices dalam mengedepankan nilai-nilai kebangsaan sekaligus mengembangkan model keagamaan yang rahmatan lil Ć”lamin,ā katanya, Ahad (2/2). Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā
Ā
Penegasan disampaikan Habib Syarif dari Pimpinan Pusat (PP) Gerakan pemuda (GP) Ansor sebelum membaiat peserta Pelatihan Kader Lanjutan Ā (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan atau Susbalan. Kegiatan Ā digelar oleh Ā Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Kepulauan Riau Ā di wilayah terdepan Indonesia.
Ā
Habib asal Cirebon itu juga berharap dari Kepulauan Karimun yang merupakan salah satu daerah terluar Indonesia, akan muncul kader-kader militan yang diharapkan oleh masyarakat.Ā
Ā
āMereka adalah profil kader yang benar-benar mengikuti jejak langkah sahabat anshar zaman Nabi Muhammad SAW yang rela membantu kaum muhajirin saat hijrah dari Makkah ke Madinah,ā katanya.
Ā
Kegiatan PKL dan Susbalan PW Ansor Kepulauan Riau diikuti oleh 100 peserta dan berlangsung pada 31 Januari hingga 2 Februari 2020. Acar dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Himmah Desa Parit Lapis Kecamatan Meral Kabupaten Karimun di bawah asuhan KH Ahmad Zaini.Ā
Ā
Ruchman Basori Ketua PP GP Ansor bidang kaderisasi mengatakan PKL dan Susbalan adalah kewajiban institusional untuk meningkatkan kapasitas kader agar mampu menggerakan organisasi Ansor.
Ā
āDan kami berharap agar para kader terbekali dengan baik kapasitas leadership, pengetahuan keagamaan, wawasan kebangsaan serta keterampilan yang dibutuhkan sebagai pimpinan GP Ansor,ā katanya.
Ā
Rahmad Budi Harjo Ketua PW Ansor Kepulauan Riau (Kepri) mengatakan PKL dan Susbalan diikuti oleh kader dari berbagai cabang di kawasan setempat.Ā
Ā
āIni langkah awal bagi kami pengurus baru untuk meningkatkan kualitas kader agar bisa meningkatkan perannya melayani masyarakat,ā tuturnya.Ā
Ā
Dalam pandanganannya, Ansor di kawasan tersebut mempunyai tantangan tersendiri agar semakin diterima dan berkembang oleh masyarakat Melayu.
Ā
Selain Ruchman Basori dan Habib Syarif Abu Bakar, peserta PKL dan Susbalan dipandu instruktur nasional PP GP Ansor, yaitu Muhammad Aziz Hakim selaku Wasekjen Bidang Akreditasi dan Pengawasan Internal.
Ā
Ada juga Ikhwan Nasai Asinfokom Satkornas, dan Khoirun Huda Asren Diklat Sarkonas. Kegiatan ditutup secara resmi oleh Hasan Basri Sagala Ketua PP GP Ansor dan Waka Satkornas Banser.
Ā
Ā
Kontributor: Imam Kusnin Ahmad
Editor: Ibnu Nawawi
Ā