Harlah Ke-80 Muslimat NU, Arifah Soroti Peran Perempuan sebagai Penguat Ketahanan Keluarga
NU Online · Senin, 12 Januari 2026 | 09:00 WIB
Suci Amaliyah
Kontributor
Kalimantan Utara, NU Online
Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum penegasan peran strategis perempuan sebagai aktor kunci pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi, menekankan bahwa keterlibatan perempuan sangat menentukan arah kebijakan serta keberlanjutan pembangunan bangsa.
Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita poin keempat yang menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, sains dan teknologi, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, generasi muda, dan penyandang disabilitas.
“Jumlah penduduk Indonesia yang didominasi oleh perempuan dan anak menjadikan perempuan sebagai faktor penting dalam memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Arifatul dalam peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU di Kalimantan Utara, Ahad (11/1/2026).
Ia menegaskan bahwa peran perempuan dalam pembangunan nasional tidak terlepas dari kontribusi organisasi perempuan di Indonesia, di antaranya Muslimat dan Fatayat NU, yang selama ini aktif menjalankan berbagai program hingga tingkat akar rumput.
Menurutnya, organisasi perempuan seperti Muslimat dan Fatayat NU memiliki peran strategis dalam mendampingi masyarakat melalui program sosial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga.
Arifatul menambahkan, kontribusi perempuan melalui organisasi kemasyarakatan dan sinergi dengan para pemangku kebijakan dapat diwujudkan melalui dukungan terhadap sejumlah program strategis pemerintah, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), serta keterlibatan perempuan dalam kepengurusan Koperasi Desa Merah Putih.
Dukungan terhadap peran strategis organisasi perempuan juga disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala. Ia menyebut Muslimat NU telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan peran perempuan di berbagai sektor pembangunan daerah.
“Kontribusi Muslimat NU di Provinsi Kalimantan Utara telah meningkatkan peran perempuan dalam berbagai bidang pembangunan daerah. Tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga berdampak nyata pada sektor sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujar Ingkong Ala.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Kota Tarakan, Siti Laela Al Hafidzoh, mengajak seluruh anggota Muslimat NU di Kalimantan Utara untuk terus meningkatkan kontribusi dan pengabdian melalui organisasi.
Ia berharap Muslimat NU terus melahirkan perempuan-perempuan yang cerdas, berdaya, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Andy Burnham Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Inggris, Gantikan Keir Starmer
Terkini
Lihat Semua