IPNU Desak Menpora Fokus Pada Problem Pelajar
NU Online · Jumat, 23 November 2012 | 11:02 WIB
Jakarta, NU Online
Menjelang kongres XVII yang akan dihelat di Palembang pada 30 November – 4 Desember 2012 nanti, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) melakukan audiensi dengan Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora), Andi Alfian Mallarangeng (22/11). Kongres mengambil tema ‘Pendidikan Untuk Semua’.<>
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Syauqi, Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU, meminta kepada Menpora agar program kementeriannya memberikan porsi lebih besar pada pemberdayan pelajar, teruatam terkait isu radikalisasi yang kini telah merambah sedemikian jauh ke dalam kehidupan pelajar.
“Kami berharap betul kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga juga ikut memperhatikan dinamika yang terjadi pada pelajar, karena bagaimanapun, pelajar adalah pemuda di usia yang perkembangan dirinya sangat potensial. Terlebih, fenomena radikalisme yang kini marak di tengah-tengah pelajar,” kata Syauqi.
Merujuk pada Undang-Undang No 40/2009 tentang Kepemudaan, menurut Syauqi, pelajar adalah bagian tak terpisahkan dari domain pemuda.
“Dalam undang-undang tersebut jelas telah diatur bahwa usia pemuda antara 16 hingga 30 tahun. Pada batas inilah, pelajar yang menginjak kelas 1 SMU sudah terkategori pemuda. Dan yang harus diingat bahwa justru pemuda di usia belia inilah yang sangat potensial untuk diarahkan kepada orientasi yang lebih konstruktif, lanjut Syauqi.
Dihadapan Menpora, Syauqi juga menyinggung soal maraknya kekerasan, tawuran, dan perilaku seks bebas di kalangan pelajar sebagai domain garapan serius kemenpora. Kemepora harus lebih serius memfokuskan programnya pada pemberdayaan pelajar ini.
Dalam skala yang lebih besar, tanda Syauqi, sikap tanggap atas serangkaian fenomena pelajar itulah yang menjadi strategi keberperanan IPNU dalam konteks berbangsa dan bernegara, termasuk diantaranya meminta agar Kementerian pemuda dan Olahraga memfokuskan kebijakannya secara responsive terhadap pelajar.
Redaktur: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua