ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja
NU Online · Ahad, 19 Oktober 2014 | 03:59 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU) Ali Masykur Musa cenderung setuju dengan penggunaan metode ahlul halli wal aqdi atau penunjukan oleh sekelompok terpilih karena sistem kepemimpinan Islam harus mengedepankan ahlul hikmah, yaitu penuh hikmah dan kebijaksanaan.
<>
“Kompetisi yang terlalu liberal tidak sesuai dengan kultur kepemimpinan ahlusunnah wal jamaah sehingga dengan demikian, saya mendorong dan setuju melalui ahlul halli,” katanya.
Mereka yang menjadi ahlul halli adalah representasi dari para ulama yang memenuhi syarat tertentu. Ia mengusulkan, ahlul halli memilih baik rais aam maupun ketua umum PBNU.
“Tanfidziyah kan menjadi pelaksana syuriyah, ahlul halli nantinya memilih syuriyah dan tanfidziyah,” tandasnya. (mukafi niam)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hukum Menyalakan Kembang Api di Malam Hari
5
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
6
KH Abdul Hakim Mahfudz: Memimpin Tebuireng, PWNU Jatim, hingga PBNU
Terkini
Lihat Semua