Jangan Karena Urusan Pilpres, Kita Seolah Bukan Saudara
NU Online · Rabu, 27 Februari 2019 | 15:30 WIB
Banjar, NU Online
Urusan beda pilihan dalam Pemilu Serentak dan Pemilihan Presiden yang digelar 17 April mendatang, membuat kita tercerai-berai. Kita harus berhati-hati jika mulai timbul perasaan demikian di hati kita masing-masing.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo ketika didaulat membuka resmi perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu, (27/2) siang.
“Jangan sampai karena urusan Pilpres seolah merasa bukan saudara sebangsa setanah air. Kita harus hati-hati. Ukhuwah atau persaudaraan baik ukhuwwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, maupun ukhuwah insaniyah semuanya penting,” tandas Presiden Jokowi.
“Saya mengajak semuanya, untuk menjaga tiga ukhuwah tersebut sesuai tema Munas kali ini,” tambah Kepala Negara.
Presiden ketujuh ini teringat pesan Ibu Negara Afganistan, Rula Gani, dua tahun silam. Jika pecah perang saudara, maka sulit sekali merukunkan dan mempersatukan kembali.
Baca juga: Cerita Jokowi Diwasiati Istri Presiden Afganistan
“Saat perang, yang sangat dirugikan paling besar hanya dua. Pertama, wanita. Kedua, anak-anak,” kata dia menirukan pesan istri Presiden Afganistan Ashraf Ghani itu.
Dulu, lanjut Presiden Jokowi, di negara tersebut perempuan bisa menyetir mobil sendiri berani. Sekarang ini di sana untuk naik sepeda saja sudah sangat bersyukur.
“Oleh karena itu, kembali saya titip ini kepada NU. Tadi saya juga sudah bisik-bisik kepada Prof Dr KH Ma’ruf Amin, gimana cara mencegah hal tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut Kepala Negara mengatakan, Indonesia jauh lebih besar dari Afganistan. Jumlah suku di Indonesia ada 714. Sementara mereka hanya tujuh suku. Oleh karena itu, harus benar-benar dijaga jangan sampai bertikai. Jika ada perselisihan harus segera diselesaikan. Bila ada upaya memecah belah dan merongrong bangsa musti lekas dibasmi. (Musthofa Asrori)
Terpopuler
1
Bijak Menyikapi Tahlilan dan Sedekah untuk Mayit di Tengah Ekonomi Sulit
2
Gus Kikin: Hubungan Indonesia-Palestina Terjalin Panjang Sejak Perjuangan KH Hasyim Asy’ari
3
PWNU Jatim Canangkan Ngaji Rutin Al-Hikam Sambut Hari Santri 2026
4
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
5
Pembimbing Haji Dituntut Mampu Hadapi Jamaah Beragam Karakter
6
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
Terkini
Lihat Semua