Jokowi Minta Ulama Luruskan Kelompok Radikal
NU Online · Sabtu, 30 Agustus 2014 | 14:00 WIB
Jakarta, NU Online
Presiden Indonesia terpilih Joko Widodo atau akrab disebut Jokowi meminta para kiai dan ulama mampu memantau kondisi riil dan kalau ada kaum radikal, bisa meluruskan kembali dengan pendekatan agama.
<>
Demikian dikatakan Jokowi dalam acara halal bihalal dan sesarehan pra munas dan konbes NU yang dihadiri oleh para kiai dan ulama serta pengurus wilayah NU dari seluruh Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan di pesantren Al Hikam Depok, Sabtu (30/8).
“Peran NU dan ulama besar sekali dalam meluruskan hal yang bengkok,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut ia juga mengungkapkan, meskipun menjabat sebagai presiden, ia akan terus berusaha selalu dekat dengan rakyat.
“Yang sulit sebagai pamimpin adalah bisa mendengar, melihat dan merasakan persoalan di masyarakat. Kalau duduk di kursi dan tanda tangan saja, semua orang bisa,” ujarnya.
Karena itu, pengamanan yang dilakukan oleh paspamres akan didesain agar dirinya bisa tetap dekat dengan rakyat.
Ia mencontohkan, saat menjadi gubernur DKI Jakarta, ia mendapat laporan dari bawahannya bahwa kemiskinan hanya 3.8 persen dan ia tidak percaya angka tersebut karena sering blusukan. Ketika diminta data yang lebih lengkap, ternyata mereka yang rentan miskin mencapai 37 persen sehingga secara keseluruhan orang yang miskin mencapai 41.8 persen.
Ia menilai, ada upaya untuk melakukan penghalusan bahasa dan basa-basi untuk menutup realitas yang sebenarnya.
“Kalau miskin, ya disebut miskin saja,” tegasnya.
Penggunaan data yang salah, bisa menyebabkan pengambilan kebijakan yang salah. Ia mencontohkan, jika menggunakan data 3,8 persen untuk membagikan kartu Jakarta Sehat, maka yang dapat hanya sekitar 300 ribu orang, tetapi ketika yang rentan miskin dimasukkan, maka ada sekitar 4.3 juta penduduk Jakarta yang mendapatkan fasilitas Jakarta Sehat.
Selama ini, katanya, banyak persoalan yang sebenarnya sederhana dibuat menjadi rumit dan akhirnya menjadi rumit betul.
Sebelum pulang, Jokowi yang memakai kopiah dan kemeja putih tersebut kemudian bersalam-salaman dengan seluruh hadirin sebagaimana tradisi halal bihalal. Para hadirin sangat antusias bisa bersalaman dengan presiden terpilih tersebut.(mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua