Katib Aam: Gunakan Budaya Nusantara Dalam Penyelesaian Konflik
NU Online · Kamis, 27 Juni 2013 | 12:23 WIB
Yogyakarta, NU Online
Selain penuh dengan keanekaragaman, Indonesia juga dipenuhi dengan konflik-konflik. Di antara sekian banyak konflik tersebut, seringkali dilakukan atas nama agama. Konflik penganut paham Syi’ah dan penganut paham Sunni di kabupaten Sampang misalnya.
<>
Merespon konflik yang terjadi di salah satu kabupaten di Pulau Madura itu, KH Malik Madani, Katib Aam PBNU pada Rabu (26/6) menyamaikan pentingnya menggunakan budaya Nusantara dalam menyelesaikan konflik-konflik di Nusantara. Akan tetapi menurutnya, sangat disayangkan budaya tersebut kian tergerus.
“Kita memang memiliki budaya yang kita warisi dari nenek moyang kita. Dan budaya ini digerus tidak saja oleh kelompok kecil seperti Syi’ah dan Ahmadiyah,” tuturnya pada acara Pra Munas Ikatan Alumni (IKA) PMII yang bertempat di Gedung Kunthi Wanitatama, Yogyakarta.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa konflik yang mengatasnamakan agama itu disebabkan oleh pemahaman ulama terhadap pluralisme yang telah terdistorsi.
“Jangan-jangan memang sudah terjadi erosi, distorsi pemahaman ulama kita di Sampang tentang pluralisme,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga mengajak para hadirin untuk lebih kritis mengkaji sumber-sumber normatif yang ada. “Jangan-jangan hadits yang mengatakan bahwa ummatku akan terpecah ke dalam 73 golongan dan hanya 1 golongan yang masuk surga, itu juga memicu terjadinya konflik ini,” ujarnya.
Pihaknya menambahkan pula bahwa sebagaimana yang tertera dalam kitab karangan Imam Al-Ghazali, terdapat hadits yang merupakan kebalikan dari hadits tersebut. Dan dia rasa bahwa hadits itu lebih dapat memberi dorongan untuk menerima perbedaan.
“Yang diperlukan sekarang adalah pencerahan. Bahwa kita harus terbiasa hidup dengan perbedaan. Kesediaan untuk hidup damai dalam perbedaan ini yang perlu disosialisasikan dalam masyarakat,” katanya, sambil menutup paparannya.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontriburor: Nur Hasanatul Hafshaniyah
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Khutbah Jumat: Sebelum Memilih dan Memutuskan, Bertanyalah kepada Allah melalui Istikharah
3
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
4
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
5
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
6
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
Terkini
Lihat Semua