Kekeringan, Sulit Masak dan Cuci Jadi Tantangan Awal Dai 3T di Namlea Buru
NU Online · Ahad, 20 September 2026 | 19:00 WIB
M abibul Wildan saat perjalanan di atas kapal menuju Buru, Maluku, September 2026 (NU Online Institute)
Suci Amaliyah
Kontributor
Buru, NU Online
Belum lama tiba di Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, M Labibul Wildan (Wildan) salah satu Dai 3T NU Online Institute sudah berhadapan dengan tantangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari yakni air.
"Di sini lagi kekeringan, nyuci sulit, mandi sulit. Untungnya ada masjid dekat dan airnya cukup untuk digunakan,” kata Wildan, sapaan akrbanya kepada NU Online, Sabtu (19/9/2026).
Kondisi tersebut menjadi pengalaman awal Wildan dalam menjalani kehidupan sebagai dai di wilayah yang jauh dari kampung halamannya. Kebutuhan sehari-hari yang sebelumnya mudah dilakukan dia kini harus menyesuaikan dengan kondisi setempat.
Belum lagi ia masih harus mengenal lingkungan dan masyarakat sekitar. Tidak lama setelah tiba di lokasi, Wildan langsung diajak mengikuti kegiatan Maulidan bersama masyarakat setempat.
Wildan mengatakan, suasana di Namlea amat berbeda dengan kehidupan yang selama ini ia jalani di Jember, kota asalnya. Ketika pertama tiba, ia sempat mengira berada di sebuah desa karena suasananya yang sepi. Padahal, lokasi tersebut merupakan kawasan kota.
“Saya kira desa, ternyata kotanya. Tapi memang agak sepi, meskipun di sini kotanya nggak seramai Jawa,” tuturnya.
Selain persoalan air, Wildan mulai melihat tantangan lain yakni kondisi pendidikan di wilayah tersebut masih belum selengkap yang ada di Jawa. “Pendidikan yang masih belum selengkap di Jawa,” katanya.
Ia memperkirakan kondisi serupa juga dapat ditemui di lokasi penugasan yang sebenarnya. Bahkan, menurutnya, tantangan bisa lebih besar karena lokasi tersebut berada di pelosok.
Untuk sampai ke Namlea, Wildan sebelumnya harus menempuh perjalanan sekitar empat hari empat malam. Perjalanan dimulai pada Rabu sore, 8 September 2026, dari Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Sumber Wringin, Jember, menuju Stasiun Jember.
Sekitar pukul 18.09 WIB, ia berangkat menggunakan kereta menuju Surabaya dan tiba sekitar pukul 21.57 WIB. Dari Surabaya, perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Tanjung Perak untuk melakukan check-in tiket kapal.
Pada Kamis 9 September 2026 sekitar pukul 02.00 WIB, kapal berangkat menuju lokasi penugasan. Kapal tersebut masih singgah di Makassar dan Baubau sebelum akhirnya tiba di Pelabuhan Namlea pada Ahad 12 September 2026 sekitar pukul 07.00 WIT.
Perjalanan laut tersebut menjadi pengalaman baru bagi Wildan karena merupakan kali pertama ia naik kapal, sekaligus langsung menempuh rute yang cukup jauh.
“Di atas kapal banyak perihal-perihal baru yang saya alami, terutama dalam rasa kekhawatiran. Apalagi pas di perjalanan terakhir dari Pelabuhan Baubau ke Namlea, ombak lumayan besar sampai-sampai saya dibuat pusing,” katanya.
Bahkan setelah tiba di daratan, rasa oleng akibat perjalanan kapal masih dirasakannya hingga sekitar satu sampai dua hari.
Di atas kapal, Wildan juga menjalani berbagai aktivitas dalam kondisi yang berbeda dari kesehariannya. Mulai dari mengantre makanan, mandi dan buang air besar dalam kondisi kapal yang oleng, bertemu orang-orang baru, hingga melaksanakan shalat Jumat untuk pertama kalinya di atas kapal.
Ada pula pengalaman lain yang menurutnya cukup mengejutkan, yakni harga barang di atas kapal. Ia menyebut pernah membeli mi instan yang harganya mencapai Rp25 ribu, padahal di toko sekitar Rp6 ribu.
“Pokoknya perjalanan di atas kapal merupakan perjalanan yang mengharukan, takut campur seru,” ujarnya.
Namun, perjalanan panjang tersebut baru menjadi awal. Sesampainya di Namlea, Wildan harus mulai beradaptasi dengan kehidupan yang berbeda. Ia belum mengetahui secara pasti kondisi tempat yang akan ditempatinya karena hingga kini masih tinggal di rumah Ustadz Fauzan.
Akses menuju lokasi penugasan pun belum diketahuinya secara langsung. Sementara itu, akses menuju rumah Ustadz Fauzan relatif mudah karena berada dekat dengan kota.
Karena itu, tantangan yang dihadapi Wildan untuk sementara bukan hanya soal bagaimana menjalankan tugas dakwah, tetapi juga menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan tempat ia ditugaskan.
Kekeringan membuat kebutuhan sehari-hari menjadi lebih sulit. Keterbatasan pendidikan menjadi hal lain yang mulai ia amati. Sementara lokasi penugasan yang berada di pelosok masih menunggu untuk benar-benar ia datangi dan kenali.
Meski begitu, Wildan mengaku senang menjalani penugasan tersebut. Ia berharap keberadaannya bersama rekan dai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, sekaligus menjadi ruang untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
“Kesan saya seru lah dan nggak nyangka juga. Harapan saya di sini mudah-mudahan bermanfaat lah bagi warga di sini dan bisa juga berbagi ilmu dan pengalaman,” kata Wildan.
“Intinya kedatangan saya sama teman saya menjadi kebanggaan bagi warga sekitar,” imbuhnya.
Tugas di Namlea baru saja dimulai. Di hadapannya masih ada kehidupan masyarakat yang belum sepenuhnya ia kenal. Namun, pengalaman awal yang sudah dijalani menunjukkan bahwa menjadi dai di wilayah tersebut tidak hanya soal berdakwah, tetapi juga tentang beradaptasi dengan keterbatasan dan kehidupan masyarakat setempat.
Catatan Redaksi: Program Dai Penggerak 3T merupakan wujud nyata khidmat jamiyah Nahdlatul Ulama untuk menyebarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah ke pulau-pulau terluar Indonesia.
Program ini didukung oleh dana infak atau donasi yang dihimpun melalui NU Online Super App. Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi, silakan klik https://filantropi.nu.or.id/galang-dana/mari-hadirkan-dai-penggerak-di-pelosok-nusantara.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Syukur Batin dan Syukur Lahir: Mengakui Nikmat dan Menggunakannya untuk Taat
2
Khutbah Jumat: Isi Hati dengan Maaf, Bukan dengan Dendam
3
Khutbah Jumat: 2 Sikap Hidup yang Menjadi Ladang Kebaikan
4
Ketua Umum PBNU Terima PP IPNU-IPPNU, Kongres November Diminta Respons Tantangan Era AI
5
Hasil Muktamar Ke-35 NU Segera Disosialisasikan ke PWNU dan PCNU
6
Khutbah Jumat: 3 Cara Menggunakan Harta yang Baik Menurut Imam Al-Ghazali
Terkini
Lihat Semua