Kemenag Dorong Generasi Muda Siapkan Mental, Fisik, Ekonomi Menuju Pernikahan
NU Online · Jumat, 12 Juni 2026 | 11:00 WIB
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad usai acara Bimas Islam Talk di Jakarta pada Kamis (11/6/2026). (NU Online/Jannah)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad, mendorong generasi muda, khususnya Generasi Z yang telah memenuhi syarat untuk tidak menunda pernikahan.
"Teman-teman terutama Gen Z yang sudah di atas umur 19 tahun, yang secara fisik dan mental sudah siap, secara ekonomi juga sudah siap, secara persiapan semuanya sudah siap, jangan menunda untuk melakukan pernikahan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, pernikahan dapat membawa banyak keberkahan dan ketenangan secara psikologis bagi kehidupan seseorang.
“Pernikahan itu menurut ajaran agama kita dan semua agama mengandung banyak sekali keberkahan. Secara psikologis membuat orang yang menikah itu tenang, fokus pada tujuan hidup. Dan mereka jauh menjadi lebih bermakna daripada ketika dia masih sendirian,” ucapnya.
Melalui Peaceful Muharam 1448 H, Kemenag memfasilitasi generasi muda yang ingin serius membina rumah tangga, tetapi terkendala biaya ataupun belum menemukan pasangan. Kegiatan tersebut meliputi Islamic Wedding Expo dan nikah massal yang berlokasi di Jakarta, serta forum ta'aruf atau biro jodoh bagi mereka yang masih lajang.
“Kami ingin mengajak yang cukup umur ya, tentu saja cukup umur yang memang sudah sangat serius ingin membina rumah tangga. Tetapi mungkin belum ketemu dengan jodohnya, barangkali di forum itu nanti ada kegiatan-kegiatan atau game-game yang menarik bagi mereka,” ungkapnya.
“Siapa tahu salah satu ikhtiar itu bisa mempertemukan dua orang yang berbeda lawan jenis itu. Siapa tahu akan menjadi momentum mereka untuk berjodoh. Jadi insyaallah kalau penasaran, memang kita buat penasaran dan besok datang di Islamic Wedding Expo di Jakarta,” lanjutnya.
Bagi pasangan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya yang telah siap menikah, tetapi terkendala biaya, Abu menyarankan agar memanfaatkan momentum nikah massal gratis tersebut.
“Ini momentum yang tepat, kalau memang membutuhkan yang sifatnya massal dan gratis, daftar ke KUA sekitar di kawasan Jabodetabek. Masih ada waktu untuk kita bisa melakukan pernikahan,” tuturnya.
Ia juga menyoroti mitos dalam budaya Jawa yang menghindari bulan Muharam sebagai waktu untuk menggelar pernikahan.
“Kami mengimbau agar Muharram itu jangan dijadikan sebagai bulan yang kata kepercayaan orang Jawa itu tabu untuk menikah. Makanya besok kami lakukan nikah massal di bulan Muharram,” ucapnya.
Abu mengungkapkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari edukasi agar cara pandang masyarakat terhadap bulan-bulan dalam kalender Islam menjadi lebih positif.
“Supaya dinormalisasi saja bahwa yang penting menikah itu harinya semua hari baik. Terutama tentu weekend karena semuanya sedang tidak bekerja. Kita normalisasikan bahwa Muharram juga merupakan bulan baik yang bisa digunakan untuk melakukan akad,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
3
Khutbah Jumat: Sebelum Memilih dan Memutuskan, Bertanyalah kepada Allah melalui Istikharah
4
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
5
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
6
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
Terkini
Lihat Semua