Nasional

Kemenag Siapkan Delapan Inovasi untuk Haji Tahun Depan

NU Online  Ā·  Kamis, 30 Agustus 2018 | 09:28 WIB

Jakarta, NU Online
Penyelenggaraan haji tahun 2018 telah memasuki tahapan akhir. Kini jemaah haji gelombang I mulai diterbangkan pulang ke Tanah Air sejak Senin (27/08) kemarin. Sedang gelombang II siap didorong ke Madinah mulai Jumat (31/08) besok. Namun Kementerian Agama tak buang-buang waktu untuk mempersiapkan penyelenggaraan haji berikutnya, dengan menyiapkan delapan inovasi haji tahun 2019.Ā 

ā€œPertama, fast track (jalur cepat) imigrasi, akan diberlakukan kepada seluruh jemaah di 13 embarkasi,ā€ ungkap Menag saat Exit Meeting Evaluasi Sementara Operasional Haji 2018, Rabu (29/08) malam di Jeddah seperti dikutip dari laman resmiĀ Kemenag.go.id. Menurut Menag, pembentukan kelompok terbang (kloter) jemaah akan dilakukan sejak awal.

ā€œKonfigurasi manifest di pesawat sudah diatur, berdasarkan regu dan rombongan, tidak diserahkan kepada daerah,ā€ tandas Menag. Berdasarkan evaluasi tahun ini, kebijakan pengaturan sejak awal itu dilakukan agar jemaah tidak terpecah saat memasuki jalur cepat imigrasi.

ā€œKedua, sistem sewa hotel di Madinah seluruhnya akan menggunakan full musim,ā€ ungkap Menag. Langkah ini diharapkan bisa mengatur dan memastikan penempatan jemaah sejak awal. ā€œKita mulai berusaha meminimalkan ketergantungan dengan majmuah,ā€ imbuh mantan Wakil Ketua MPR ini.

Ketiga, terkait dengan Armuzna. Pada tahun ini jumlah tenda sangat terbatas, bahkan ada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang mengkapling tenda. ā€œDibutuhkan kejelasan dan ketegasan sikap petugas dan kedepan tenda harus ada nomor, sehingga tidak ada lagi saling klaim,ā€ sambungnya.

Keempat, yang tidak kalah penting menurut Menag adalah revitalisasi Satuan Tugas Operasional Armuzna. ā€œTahun depan menggunakan pemetaan yang jelas, kualifikasi, komposisi dan jumlah petugas setiap pos,ā€ kata putra bungsu mantan Menag KH Saifuddin Zuhri (alm) itu.

Kelima, Menag menilai jemaah memerlukan panduan yang intinya mempermudah ibadah haji. ā€œIbadah haji semestinya dipermudah, jangan dipersulit,ā€ jelas Menag seraya menambahkan, ibadah haji dapat menggunakan pendapat yang paling mudah sepanjang ada landasannya.

ā€œKeenam, intensifkan sistem laporan haji terpadu, pelaporan dengan cara manual harus segera ditinggalkan,ā€ ungkapnya lagi. Menag meminta agar sistem pelaporan dengan aplikasi harus segera dibangun. ā€œSistem informasi harus terintegrasi dengan kloter maupun non-kloter,ā€ tambahnya.Ā 

Ketujuh, strukturisasi kantor daerah kerja (daker). ā€œKantor daker harus segera bisa dioptimalkan dengan sistem layanan terpadu sehingga setiap orang dapat terlayani dengan baik,ā€ ingat Menag.

Terakhir kedelapan, Menag meminta bidang kesehatan diperhatikan dari hulu. ā€œSaya ingin rekam kesehatan jemaah terintegrasi dengan sistem aplikasi terpadu, juga monitoring kesehatan jemaah haji sejak awal dilakukan,ā€ pungkas Menag. (Red: Ahmad Rozali)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang