Ketua DPR Resmikan Rusunawa Pesantren di Sumbar
NU Online · Kamis, 24 Desember 2015 | 18:01 WIB
Bukittinggi, NU Online
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman, meresmikan rumah susun sewa (rusunawa) Pondok Pesantren Haji Abdul Karim Syuib di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu.
<>
"Rusuwa ini cukup megah bagi para santri untuk menunjang aktivitas belajar mereka, agar mereka menjadi manusia yang berkualitas," kata dia.
Ia mengatakan, selama ini tradisi di Sumbar para santri menginapnya di surau, namun sekarang fungsi surau tersebut sudah berbeda sehingga para santri sudah disediakan pemondokan.
Selain itu, saat ini sudah ada kemampuan negara memberikan fasilitas dalam bentuk rumah susun.
"Dengan harapan, edukasinya juga harus berbeda, sebab secara fisik fasilitasnya sudah mulai membaik," kata dia.
Ia berharap, dengan fasilitas tersebut dapat melahirkan santri-santri yang berkualitas yang akan menjadi generasi penerus, baik di Kabupaten Agam, Sumbar, atau Indonesia.
Menurutnya, biarlah tempatnya sederhana, namun mampu menghasilkan manusia yang berkualitas.
Sementara itu pembina Yayasan Pendidikan Islam Haji Abdul karim Syuib, Guspardi Gaus mengatakan pembangunan tersebut menelan anggaran Rp3,5 miliar, dimana dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bangunan tersebut cukup megah, hanya saja ada beberapa prabot yang belum ada, sehingga mobilitas pesantren belum berjalan dengan maksimal.
Menurutnya, hal itu menjadi tugas pihak yayasan dan semua pihak agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan demi kelancaran Proses Belajar Mengajar (PBM)
Saat peresmian rusunawa itu turut hadir Pejabat Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek, Pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas, Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Salam K. Memed, serta unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Agam. (Antara/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua