Ketua LP Maarif PBNU Sebut Empat Hal Penting Membangun Peradaban Madrasah
NU Online · Kamis, 2 Juni 2022 | 22:06 WIB
Surabaya, NU Online
Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Pendidikan Maarif NU, Muhammad Ali Ramdhani mengungkapkan, mekanisme membangun peradaban diawali dengan membangun sistem pendidikan. Untuk merancang hal tersebut, diperlukan tata bagunan episentrum pendidikan melalui madrasah unggulan yang dapat dijadikan ruang dalam menciptakan peradaban bagi generasi bangsa.
“Madrasah hari ini sudah menjadi kepercayaan masyarakat. Madrasah merupakan sekolah yang bercirikan keagamaan, tempat yang aman, nyaman dan tepat bagi masyarakat Indonesia, karena menurutnya, madrasah menjamin 2 dimensi kehidupan, tidak hanya menjaga kognitif namun mengajarkan bagaimana menjaga metakognitif,” ujar Ali Ramdhani saat memberikan pengarahan pada kegiatan Halal bi Halal dan Rapat Kerja Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Timur di Surabaya, Rabu (01/06/2022).
“Hari ini kita harus berbangga, terbukti madrasah menjadi tempat destinasi warga manapun untuk mempelajari hidup dan kehidupan dan menjamin dua dimensi kehidupan,” tuturnya.
Ramdhani menerangkan, ada tiga hal yang perlu ditekankan pada kegiatan ini, yakni mengenai penguatan ideologi, transformasi digital dan menciptakan episentrum pendidikan mewujudkan madrasah unggulan sebagai ruang pencipta peradaban bagi generasi bangsa.
“Maka, hiduplah untuk senantiasa beradaptasi dengan zaman,” tegasnya.
Dikatakan Dhani, transformasi digital menjadi bagian dari cara untuk memberikan pengabdian secara optimal dalam hal pendidikan.
“Untuk itu, saya sangat mengapresiasi atas adanya pencanangan transformasi digital pada LP Ma’arif NU Jatim,” tandasnya.
Dalam menciptakan ruang peradaban, lanjut Ramdhani, ada empat hal yang perlu diperhatikan pada setiap lembaga pendidikan. Empat hal tersebut yang pertama, madrasah harus mampu menjaga dengan baik psikologi anak didik.
“Madrasah harus bisa menangkal bahaya yang dapat mengganggu psikologi anak, seperti adanya bullying,” jelasnya.
Yang kedua, kata Dhani, madrasah harus bisa menjaga kondisi fisik dari siswa. Madrasah tidak hanya mementingkan kemampuan kognitif siswa, namun fisik juga harus selalu diperhatikan, seperti menghindari kekerasan.
“Kecerdasan yang menjadi hakikat pada seseorang adalah sehat secara fisik dan mental,” kata Ramdhani.
Ketiga, madrasah harus mampu menumbuhkembangkan kemampuan sosial siswa didik.
“Madrasah sebuah kawah candradimuka dan sebuah wadah proses menciptakan generasi bangsa yang bisa berkolaborasi, maka ciptakan alumni-alumni yang bisa bersosial dan bekerjasama sebagai super team,” ungkap Dhani.
Ramdhani berpesan agar madrasah terus membuka cakrawala kognitif bagi anak bangsa.
“Disebut sebagai orang yang kompetitif yakni seseorang yang mumpuni dari sisi keilmuan dan memiliki ketrampilan yang kokoh serta memiliki akhlakul karimah,” pungkasnya.
Kontributor: Yuyun Wulandari
Editor: Zunus Muhammad
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
5
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
6
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
Terkini
Lihat Semua