Ketua MPR RI: Nilai Pancasila Harus Terwujud dalam Perlindungan Rakyat hingga Pemberantasan Korupsi
NU Online · Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:50 WIB
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani pada Sidang Tahunan MPR Tahun 2026 dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026) pagi.
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI), Ahmad Muzani menyatakan bahwa Pancasila lahir dari pengalaman sejarah, kebudayaan, agama, dan kearifan yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.Â
Menurutnya, Pancasila dirumuskan melalui perdebatan, renungan, serta kesediaan untuk menemukan jalan yang dapat diterima semua golongan. Hal itu disampaikannya dalam saat membuka  Sidang Tahunan MPR Tahun 2026 dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
"Pancasila harus terlihat nyata dalam cara negara melindungi rakyatnya, dalam cara hukum ditegakkan, termasuk dalam upaya memberantas korupsi yang kini telah menjadi prioritas, dalam cara kekayaan nasional dikelola, serta dalam cara kita bersatu di tengah perbedaan. Itulah nilai dan semangat dasar dari Pancasila," katanya.
Muzani mengatakan bahwa Indonesia dapat bertahan bukan karena kekayaan yang melimpah atau dukungan internasional yang telah tersedia sejak awal, melainkan karena kekuatan rakyat yang bersatu dan meyakini Indonesia sebagai rumah bersama yang layak diperjuangkan.
"Persatuanlah yang menyebabkan kemajuan terjadi. Bila persatuan melemah, energi bangsa ini akan habis untuk saling curiga dan saling meniadakan. Namun, bila persatuan kita kokoh, perbedaan akan kita ubah menjadi sumber energi dan kemajuan," katanya.
Lebih lanjut, Muzani juga menyampaikan bahwa Pancasila telah berkali-kali menghadapi ujian, mulai dari pergolakan politik, konflik ideologi, ketegangan antarkelompok, krisis ekonomi, kekerasan komunal, ancaman separatisme, terorisme, hingga pandemi.Â
"Namun, setiap kali bangsa ini kembali kepada Pancasila sebagai titik temu, kita mendapatkan energi besar dan jalan untuk bangkit bersama," jelasnya.
Sebelumnya, Muzani telah resmi membuka Sidang Tahunan MPR Tahun 2026 dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2026. Ia melaporkan, berdasarkan daftar hadir yang disampaikan Sekretariat Jenderal MPR, sebanyak 629 dari total 732 anggota MPR yang terdiri atas anggota DPR dan DPD telah hadir dalam sidang.
"Dengan demikian, berdasarkan Pasal 99 huruf C Tata Tertib MPR dan Pasal 281 ayat (1) Tata Tertib DPR, serta Pasal 256 ayat (5) Tata Tertib DPD, sidang telah memenuhi syarat untuk dibuka," katanya.
Setelah membuka sidang, Muzani mengajak seluruh peserta untuk menundukkan kepala dan memanjatkan doa kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia senantiasa dilimpahi kesejahteraan dan keberkahan.Â
Tampak hadir dalam sidang tersebut Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Presiden ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, Wakil Presiden ke-13 KH Ma'ruf Amin, istri Presiden ke-4 Sinta Nuriyah Wahid, serta istri Wakil Presiden ke-9 Soraya Hamzah Haz.
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Masyarakat Adat Kalimantan Timur Ungkap Penolakan Proyek Karbon Bank Dunia
3
Khutbah Jumat: Makna Kemerdekaan yang Hakiki dalam Islam
4
Khutbah Jumat: Hindari Kemaksiatan dalam Perayaan Kemerdekaan
5
Khutbah Jumat Kemerdekaan: Mengenang Jasa Pahlawan, Melanjutkan Perjuangan
6
Innalillah, Sesepuh Buntet Pesantren KH Hasanuddin Kriyani Wafat
Terkini
Lihat Semua