Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj dalam acara peresmian kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Nahdlatul Ulama Arridho, Cilodong, Depok, Jawa Barat Jumat (26/7).
Kiai Said merasa senang dengan hadirnya kampus berbasis keilmuan ekonomi islam di Kota Depok ini.
Kiai asal Cirebon tersebut berharap kampus ini nantinya melahirkan intelektual dan para ahli ekonomi Islam yang berkontribusi untuk kemaslahatan umat.
Selain itu, kampus ini juga diharapkan memiliki pusat kajian dan kebijakan ekonomi Islam.
Ketua Yayasan Pembangunan Arridho KH Ahmad Buchori mengatakan, dengan adanya STEI NU, masyarakat dapat mempersiapkan diri menuju ekonomi halal yang sangat menjanjikan, bahkan di negara-negara non-Muslim.
Ekonomi halal telah menjadi idola baru perekonomian global yang kapitalisasinya terus meningkat.
Pemerintah juga telah menyiapkan perangkat hukum melalui UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang esensinya mengatur kehalalan suatu produk guna melindungi kepentingan konsumen domestik terhadap barang impor yang sudah teruji kehalalannya serta mengamankan ekspor produk komoditas agar dapat diterima terutama ke negara negara Timur Tengah dan OKI.
Kemudian hal ini disambut PBNU yang mendukung pendiriannya. “Model kerjasama antara yayasan dengan Nahdlatul Ulama semoga juga dapat diterapkan di tempat lain," tambah Ahmad Bukhori.
Rektor STEI NU Arridho, Fatkhuri Wahmad menambahkan, pemerintah telah menerbitkan Masterplan Ekonomi Syariah, hal ini merupakan tantangan yang harus dijawab dengan melahirkan sumberdaya manusia yang unggul, kompetitif, dan berkarakter di bidang Ekonomi Islam.
Acara ini juga disertai dengan penandatanganan prasasti peresmian kampus STEINU Arridho oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj. (Red: Fathoni)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua