KH Ali Mustafa Ya’qub: Aneh Wahabi Menggugat Soal Tawasul
NU Online · Selasa, 2 Juni 2015 | 17:01 WIB
Malang, NU Online
Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan maraknya konflik antara Wahabi dan NU di kalangan masyarakat bawah. Ia menilai hal itu adalah sesuatu yang aneh karena sebenarnya baik NU maupun Wahabi sepakat akan kebolehan bertawasul.
<>
Hal demikian ini diungkapkan oleh Kiai Ali Mustafa Ya’qub ketika dirinya menjadi salah satu pembicara pada acara seminar nasional yang bertemakan: “Hadlratus Syaikh Hasyim Asy’ari, Pemikiran dan Metodologinya” yang diselenggarakan oleh Unisma bekerjasama dengan etase kementerian agama Saudi Arabia. Pada hari Sabtu, 30 Mei 2015.
Menurutnya, baik NU maupun Wahabi sepakat akan kebolehan tawasul. Ia membuktikan hal itu dengan mengutip apa yang terdapat dalam kitab KH Hasyim Asy’ari yang menjelaskan tentang sudut pandang yang sama antara KH Hasyim dan Ibnu Taimiyah dalam masalah tawasul.
“Aneh saya rasa jika ada eker-ekeran antara NU dan Wahabi soal tawasul. Dalam salah satu kitabnya “At-Tambihat al-Wajibat” karya Mbah Hasyim dikatakan bahwasanya sama dengan Ibnu Taimiyah berpendapat tentang kebolehan Tawasul,” katanya dihadapan sekitar 200-an mahasiswa.
“Saya heran, mengapa Wahabi yang ada di Indonesia ini mengugat NU yang bertawasul,” tambahnya.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa konflik yang sering terjadi antara kaum Wahabi dan NU lebih didasari kesalahpahaman dan tiadanya saling pengertian. Dan juga karena pengaruh-pengaruh dari luar.
Dalam Kesempatan ini, Kiai Ali Mustafa Ya’qub menjadi salah satu dari 4 (empat) pembicara lainnya dalam seminar tersebut. Pembicara yang lain adalah KH M Tolchah Hasan, Mustasyar PBNU yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Unisma, KH Syukran Makmun, Pengasuh Pesantren Darur Rohman Jakarta dan Syaikh Ibrahim Sulaiman An-Naghaimsyi mewakili Atase Keagamaan Saudi Arabia. (ahmad nur kholis/mukafi niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua