KH Ma’ruf Amin: Pilih Pemimpin NU Harus Sesuai dengan Hati Nurani
NU Online · Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:31 WIB
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin ditemui NU Online usai berziarah makam KH Wahab Hasbullah. (Foto: NU Online/ Achmad Subakti)
Achmad Subakti
Kontributor
Jombang, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) tidak boleh didasarkan pada pesanan atau kepentingan pihak tertentu.
Mekanisme pemilihan pemimpin di lingkungan NU, imbuh KH Ma'ruf, harus berjalan sesuai hati nurani dan tuntunan para ulama.
“Mekanisme AHWA itu dipilih oleh cabang (PCNU) dan wilayah (PWNU) dengan memilih orang yang terbaik dari yang ada. Bukan kemauan pihak tertentu, pesanan. Itu bukan AHWA," ucap KH Ma’ruf ditemui usai ziarah ke makam salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026) malam.
KH Ma'ruf menyebut sejumlah kriteria yang semestinya dimiliki seseorang untuk menjadi anggota AHWA. Di antaranya memiliki kapasitas keilmuan dan pengetahuan agama yang memadai, bersikap warak, serta tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang tidak baik.
“Syarat menjadi AHWA, seorang ulama yang memiliki pengetahuan, kapasitas keilmuan yang cukup, warak, dan tidak dipengaruhi hal-hal yang tidak baik,” tuturnya.
Ia menegaskan, mekanisme tersebut pada akhirnya harus mengedepankan pemilihan terhadap sosok yang paling memenuhi kriteria di antara kandidat yang tersedia.
“Memilih sesuai dengan kriteria, artinya memilih yang paling afdhol daripada yang ada,” tuturnya.
Praktik Money Politic Tak Pantas dalam Muktamar
Dalam kesempatan itu, KH Ma'ruf berharap dalam pemilihan pemimpin dalam Muktamar NU tidak terjadi praktik politik uang (Money Politic), pemilihan harus sesuai hati Nurani.
“Ya kita harapkan itu tidak ada, jangan ada. Karena tidak layak kalau NU, kalau partai mungkin pantaslah, tapi kalau NU iya enggak pantaslah,” ucap KH Ma’ruf.
KH Ma’ruf Amin juga berharap seluruh rangkaian forum tertinggi NU yang akan digelar pada 27-31 Agustus 2026 berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpin yang sesuai harapan warga NU.
“Harapannya Muktamar ini berjalan dengan baik, tidak ada apa-apa, menghasilkan pemimpin yang memang diharapkan. Dan juga tidak ada yang berjalan dengan tidak terpuji, tidak baik, semuanya berjalan dan semua memilih pemimpinnya sesuai dengan hati nurani, sesuai dengan tuntunan para ulama,” tandasnya.
Diketahui, Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas digelar pada 27-31 Agustus 2026. Kegiatan ini akan dibuka oleh presiden RI Prabowo Subianto. Muktamar NU tak hanya memilih Ketua Umum PBNU dan Rais Aam namun juga membahas berbagai persoalan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
NU Online Institute Buka Seleksi Beasiswa Kuliah di Malaysia bagi Santri, Ini Syarat dan Jadwalnya
3
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
4
Lula Menangkan Pilpres Brasil, Cetak Sejarah dengan Empat Kali Masa Jabatan
5
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
6
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
Terkini
Lihat Semua