KH Masdar: Muktamar di Luar Jawa, Strategis, Penting dan Bermakna
NU Online · Jumat, 21 November 2014 | 13:00 WIB
Jakarta, NU Online
Rais syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi sangat mendukung jika muktamar ke-33 NU ke depan diselenggarakan di luar Jawa sebagai bagian dari menyapa basis NU yang selama ini lebih dikenal di Jawa.
<>
“Saya kira ini strategis, penting dan bermakna. Apalagi kalau kita hitung, baru empat kali dari 32 kali penyelenggaraan muktamar NU di luar Jawa. Ini saya kira masih njomplang sekali,” tandasnya kepada NU Online baru-baru ini.
Sebagai gambaran, dari 32 kali muktamar, pulau Jawa masih sangat mendominasi, bahkan di Jawa Timur sudah diselenggarakan 11 kali muktamar. Terakhir, muktamar NU di gelar di Jawa Timur pada 1999 di pesantren Lirboyo Kediri.
Mengenai kesiapan daerah di luar Jawa untuk menyelenggarakan perhelatan akbar ini, Kiai Masdar menegaskan bahwa mereka harus didukung dan dibantu karena acara ini merupakan agenda PBNU.
“Pasti mereka akan berkontribusi sesuai dengan kemampuannya. Pada dasarnya PBNU itu yang terpenting adalah menentukan keputusan politik penyelenggaraan muktamar di luar Jawa.” (mukafi niam)
Terpopuler
1
Jadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Komitmen Tak Lupakan PWNU Jatim
2
Khutbah Jumat: Beberapa Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir Setelah Kematian
3
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
4
4 Gunung Berapi Indonesia Meletus Dini Hari hingga Pagi Ini
5
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
6
432 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan NU Peduli Cilacap untuk Warga Terdampak Kekeringan
Terkini
Lihat Semua