KH Said Aqil: Selamat Datang di Negeri Kami Indonesia
NU Online · Rabu, 26 Februari 2014 | 09:45 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyambut kedatangan Raja Yordania, Raja Abdullah II, dalam forum Multaqa Sufi atau Nahdlatul Ulama Sufi Gathering yang diselenggarakan JCC Senayan, Jakarta, Rabu (26/2) sore.
<>
“Selamat datang di negeri kami, Indonesia yang memiliki kekayaan alam luar biasa dan kearifan manusianya,” terang Kang Said dalam bahasa Arab.
Negara kami, kata Kang Said memiliki belasan ribu pulau, hamparan lautan, gunung-gunung, jutaan flora dan fauna yang tidak terdapat di belahan dunia manapun. Kecuali itu, banyak lagi kekayaan alam yang di kandung di bawah hamparan bumi Indonesia.
Indonesia kaya dengan minyak, gas, emas, perak, boksit, nikel, tembaga, besi, dan banyak lagi kandungan logam lainnya.
“Ini pula yang mengundang datangnya kolonial seperti Inggris, Belanda, dan Portugis ke negeri kami ratusan dan puluhan tahun silam,” kata Kang Said.
Kearifan manusia Indonesia perlu menjadi perhatian dunia. Aneka macam suku, bahasa, dan kepercayaan tidak membuat mereka berpecah belah. Kami diikat oleh Pancasila yang dirumuskan dari kearifan intelektual tiap bangsa di negeri ini.
Islam yang memilki pemeluk terbesar di Indonesia bahkan di dunia, tidak memaksakan kehendak politiknya di negara ini. Karena, Islam dan negara tidak bertentangan di sini berkat dukungan organisasi-organisasi Islam yang ada.
“Dan NU sebagai organ terbesar, mendukung sepenuhnya asas tunggal Pancasila yang mengakomodir semua kalangan dan kepercayaan di sini. Semoga pemikiran NU ini menjadi model di dunia Islam Internasional,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
3
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
4
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
5
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
6
Khutbah Jumat: Membantu Korban Bencana, Cara Kita Mengamalkan Perintah Allah
Terkini
Lihat Semua