Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Pesantren Jadi Pelopor Pemanfaatan AI Beretika
NU Online · Jumat, 3 Juli 2026 | 13:30 WIB
Kolaborasi lintas sektor antara NUCare Global by LAZISNU, Microsoft Elevate, Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, Kementerian Agama RI, dan Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) menjadi langkah strategis dalam memperkuat transformasi digital di lingkungan pesantren. (Foto: dok Microsoft - NU Care Global)
Tim Media Partner
Penulis
Jakarta, NU Online
Kolaborasi lintas sektor antara NUCare Global by LAZISNU, Microsoft Elevate, Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, Kementerian Agama RI, dan Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) menjadi langkah strategis dalam memperkuat transformasi digital di lingkungan pesantren. Melalui program AI Teaching Power, ribuan guru, santri, dan masyarakat dibekali keterampilan memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara produktif dengan tetap berlandaskan nilai-nilai etika dan ajaran Islam.
Program yang berlangsung sejak November 2025 hingga Juni 2026 tersebut telah menjangkau 58.968 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital dan AI para guru agar mampu merancang pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan relevan tanpa mengabaikan aspek spiritual serta etika dalam penggunaan teknologi.
Koordinator NUCare Global by LAZISNU, Anjani Amitya Kirana, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme komunitas pesantren terhadap penguasaan teknologi baru. Hal itu disampaikannya dalam AI Teaching Power Impact Forum di Kantor Microsoft, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari perubahan cara pandang terhadap AI sebagai alat yang mendukung proses pembelajaran dan pengelolaan pendidikan.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur melihat antusiasme yang luar biasa. Total 58.968 peserta yang telah terlatih menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya komunitas pesantren dan pendidikan Islam, memiliki semangat belajar teknologi yang sangat tinggi," ujarnya.
Anjani mengungkapkan banyak peserta langsung mempraktikkan penggunaan AI setelah mengikuti pelatihan, mulai dari menyusun materi pembelajaran, membuat konten dakwah, hingga membantu administrasi sekolah.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai keislamannya.
"Yang paling membanggakan bukan hanya jumlah pesertanya, tetapi bagaimana AI mulai dipahami sebagai alat yang dapat membantu guru, santri, dan pengelola pendidikan untuk belajar dan bekerja lebih efektif," katanya.
Ia berharap program tersebut menjadi fondasi lahirnya ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan. Menurutnya, RMI NU memiliki posisi strategis untuk memperluas gerakan literasi AI di jaringan pesantren di seluruh Indonesia sehingga semakin banyak guru, pengelola pesantren, dan santri mampu memanfaatkan AI secara produktif, bertanggung jawab, serta sesuai dengan nilai-nilai Islam.
"Kami berharap para guru dan ustaz menjadi agen perubahan yang mampu membimbing santri menghadapi era AI dengan percaya diri, bijaksana, dan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur Islam," ucapnya.
AI sebagai alat bantu pembelajaran
Ketua RMI NU, KH Hodri Arief, menilai AI telah memberikan manfaat nyata dalam proses belajar mengajar di pesantren. Menurutnya, teknologi tersebut membantu guru menyusun materi pembelajaran secara lebih cepat tanpa menggeser posisi kitab kuning dan buku ajar sebagai rujukan utama.
"Mereka bisa dengan lebih cepat membuat rumusan-rumusan dari materi pelajaran yang akan disampaikan. Namun tentu, referensi utamanya tetap pada kitab kuning dan buku-buku ajar yang selama ini mereka pakai," tegasnya.
Kiai Hodri juga mengamati bahwa para santri menjadi lebih antusias belajar karena proses pembelajaran berbasis internet berlangsung lebih interaktif. AI, menurutnya, menghadirkan inspirasi dan wawasan baru sehingga suasana belajar menjadi lebih dinamis.
"Para santri menggunakan AI ini sebagai salah satu alat, salah satu referensi dalam belajar. Namun tentu, mereka tetap harus kembali kepada referensi kita yang mu'tabar di pesantren, terutama berkaitan dengan pengetahuan keagamaan," tuturnya.
Sementara itu, AI National Skills Director Microsoft Indonesia, Arief Suseno, mengatakan Gerakan Pesantren Cakap AI berhasil mendorong peningkatan kompetensi digital di lingkungan pesantren melalui pelatihan berjenjang dari tingkat dasar hingga menengah.
"Melalui Gerakan Pesantren Cakap AI ini, kami ingin menunjukkan bahwa pesantren tidak boleh tertinggal dalam perkembangan zaman. Kami berhasil melatih lebih dari 58 ribu peserta dan menerbitkan lebih dari 92 ribu sertifikat," katanya.
Direktur Pesantren Kementerian Agama RI, Basnang Said, berharap pemanfaatan AI di pesantren, sekolah, dan madrasah dapat mempermudah proses pembelajaran sekaligus mendorong inovasi yang tetap mengedepankan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
"Penting bagi pesantren melakukan inovasi yang dapat didukung oleh AI dengan tetap mengedepankan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah," ujarnya.
Sementara itu, Staf Khusus Wakil Presiden RI, Achmad Adhitya, mengapresiasi capaian program yang dinilai melampaui target awal.
"Saya ingin mengapresiasi NUCare Global dan Microsoft. Target awalnya lebih dari 50 ribu santri, dan kini berhasil melampauinya. Ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap teknologi AI," katanya.
Ia berharap program tersebut terus berkembang sehingga tidak hanya meningkatkan pemahaman mengenai AI, tetapi juga mendorong pemanfaatannya secara nyata di lingkungan pesantren dan masyarakat.
"Saya berharap program ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan santri, bukan hanya dalam pemahaman teknologi AI, tetapi juga penerapannya," pungkasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jadi Manusia yang Menenangkan, Bukan yang Meresahkan
2
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Sembilan Pesantren Masuk Daftar
3
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah tentang Kejujuran
4
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
5
Khutbah Jumat: Degradasi Moral dan Kualitas Shalat
6
Khutbah Jumat: Hemat di Era Digital, Teladan Kesederhanaan Rasulullah
Terkini
Lihat Semua