Kriteria Mampu Berqurban Menurut Empat Madzhab
NU Online · Senin, 21 Agustus 2017 | 15:04 WIB
Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Lampung KH Munawir (Gus Nawir) mengingatkan beberapa hal terkait ibadah qurban yang sebentar lagi akan dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha 1438 H ini. Ia mengatakan bahwa agar qurban menjadi sah haruslah memenuhi beberapa syarat yang telah ditentukan.
"Dalam berkurban harus ada siapa yang berqurban, waktu qurbannya, hewan qurbannya, dan niat ketika pemotongannya," kata Gus Nawir yang juga Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini, Senin (21/8).
Orang yang berqurban juga harus memiliki beberapa syarat seperti Islam, merdeka atau bukan budak, mukallaf, baligh, dan mampu atau memiliki kelebihan harta yang cukup untuk membeli hewan qurban.
Masalah kriteria mampu terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Menurut Imam Syafi'I, mampu diartikan bahwa orang yang akan berqurban memiliki harta lebih yang cukup untuk membeli hewan qurban pada hari raya Idul Adha. Harta lebih tersebut ketika digunakan untuk membeli hewan qurban tidak mengganggu kebutuhan pokok hidupnya dan orang yang wajib ditanggung.
"Ini berbeda dengan Imam Abu Hanifah yang menentukan bahwa definisi mampu adalah orang yang memiliki harta lebih senilai nisabnya harta yaitu 200 dirham, dan harta tersebut tidak menggangu kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, papan serta kebutuhan orang orang yang menjadi tanggunganya," jelasnya.
Sementara Imam Malik mensyaratkan orang mampu yaitu orang yang memiliki harta lebih, dan harta lebih tersebut ketika digunakan untuk membeli hewan qurban tidak mengganggu kebutuhan pokok dalam satu tahun.
Imam Ahmad bin Hambal, menurut Gus Nawir, mendefinisikan mampu yaitu orang yang memiliki harta cukup untuk membeli hewan qurban, sekalipun dengan cara berutang, dan ia memiliki keyakinan bahwa ia mampu mengembalikan utang tersebut. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua