LAZISNU dan Baznas Berdayakan 200 UMKM di 4 Daerah Rentan Kemiskinan
NU Online · Kamis, 21 Mei 2026 | 20:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
LAZISNU PBNU bersama Baznas RI akan melaksanakan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat; Jember, Jawa Timur; Serang, Banten; dan Pringsewu, Lampung.
Dana usaha UMKM tersebut sebesar Rp2,6 miliar dengan rincian Rp2 miliar dari Baznas dan Rp600 juta dari LAZISNU PBNU dalam bentuk gerobak, pendanaan modal usaha, hingga pendampingan selama dua tahun ke depan.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Riri Khariroh menyampaikan bahwa tujuan program tersebut adalah mengembangkan ekonomi umat.
“Kita ingin bahwa program ini menjadi best practice kerja sama antara LAZISNU dan BAZNAS untuk peningkatan ekonomi umat,” ujarnya saat pembukaan rangkaian sinergi program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Gedung PBNU, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026).
Riri menjelaskan bahwa keempat daerah penerima program tersebut berada di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi dan rentan terhadap radikalisme.
“Wilayah-wilayah yang rentan terkait dengan isu-isu radikalisme dan juga kantong kemiskinan, di wilayah ini juga banyak pesantren yang mau berkembang ekonominya. Setiap masing-masing daerah itu sekitar 50 penerimanya,” katanya.
Ia mengatakan bahwa target penerima bantuan ialah UMKM di bidang makanan dan minuman. “Pedagang gorengan kemudian minuman-minuman akan menjadi fokus dari UMKM yang akan dikembangkan,” ucapnya.
Riri berharap program tersebut tidak hanya berhenti pada 50 penerima, tetapi dapat terus bertambah selama proses pemberdayaan berlangsung.
“Alhamdulillah laporan yang kami dapat dari daerah, sebulan itu dua UMKM tambahan muncul menjadi bagian dari jaringan UMKM-nya NU Care-LAZISNU. Nanti bisa kita kembangkan untuk wilayah-wilayah yang lebih luas,” ujarnya.
Ketua PBNU Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup Aizzudin Abdurrahman juga berharap program pemberdayaan ekonomi tersebut dapat diperluas ke daerah lain dan meningkatkan kesejahteraan umat.
“Kehadiran LAZISNU setidaknya mengurangi beban (penerima manfaat) dan bisa mencakup (daerah) lebih luas agar ekonomi bisa lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Baznas Zainut Tauhid Sa'adi menekankan bahwa program pemberdayaan tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pendampingan secara intensif.
“Tentu kami tidak lepas begitu saja, ada pendampingan dan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap masyarakat yang mendapat pendampingan dapat meningkat dari penerima bantuan atau mustahik menjadi pemberi bantuan atau muzakki.
“Kita berharap di daerah tersebut juga memastikan ada peningkatan, para mustahik atau yang mendapatkan bantuan, semoga tahun berikutnya menjadi muzakki, terutama di lingkungan pesantren,” ujar Zainut.
Terpopuler
1
Maju Calon Ketua Umum PBNU, Gus Yusuf Soroti Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Pesantren
2
Khutbah Jumat: Menyeimbangkan Antara Percaya Takdir dan Tuntutan Menjaga Kesehatan
3
Khutbah Jumat: Menjaga Kesehatan dengan Berolahraga, Ikhtiar Menjaga Amanah dari Allah
4
Gus Rozin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Bawa Misi Benahi Organisasi
5
Kongres Umat Islam Indonesia Usulkan Pembentukan Danantara Syariah untuk Konsolidasikan Ekonomi Umat
6
Prabowo Tuding Masih Ada Londo Ireng dengan Wajah Wartawan hingga LSM
Terkini
Lihat Semua