Lembaga dan Banom Ikuti Hasil Silaturahim Mustasyar dan Patuh AD/ART terkait Persoalan di PBNU
NU Online Ā· Selasa, 9 Desember 2025 | 14:00 WIB
M Fathur Rohman
Kontributor
Jakarta, NU OnlineĀ
Sejumlah lembaga dan badan otonom di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan sikap bersama untuk mengikuti arahan para kiai sepuh dalam Forum Sesepuh dan Mustasyar Nahdlatul Ulama di Pesantren Tebuireng, Jombang.
Sikap itu disampaikan melalui pernyataan bersama yang diterima NU Online pada Senin (8/12/2025) malam di tengah memanasnya persoalan di PBNU.
Dalam pernyataan tersebut, pimpinan lembaga dan banom menegaskan bahwa seluruh unsur organisasi harus kembali merujuk AD/ART NU, menghindari potensi dualisme, dan menjaga martabat jamāiyyah dengan mengedepankan musyawarah.
Mereka menyampaikan bahwa konsentrasi lembagaābanom tetap diarahkan pada program kerja, sambil berharap seluruh polemik internal diselesaikan secara bermartabat sesuai aturan organisasi.
Berikut Pernyataan Bersama Forum LembagaāBanom PBNU:
Memperhatikan perkembangan terkini dinamika internal pimpinan PBNU, khususnya setelah pertemuan Tebuireng, bersama ini kami Pimpinan Lembaga dan Banom PBNU menyatakan:
1. Tunduk dan taat pada AD/ART Jam'iyah Nahdlatul Ulama.
2. Mengikuti fatwa masyayikh yang disampaikan dalam Forum Sesepuh dan Mustasyar Nahdlatul Ulama di Tebuireng.
3. Memohon kepada masyayikh, pengurus syuriyah, tanfidziyah, dan semua pihak untuk menjaga keutuhan jam'iyah dan menghindari potensi dualisme; karena itu, harus terus-menerus didorong musyawarah yang bermartabat.
4. Berkomitmen untuk fokus bekerja secara profesional melaksanakan program Lembaga dan Banom.
5. Mengajak semua elemen NU untuk berdoa agar NU selamat dari fitnah.
Tertanda 20 Lembaga dan Banom PBNU, yakni LP Maāarif, RMI, LPNU, LKKNU, Lakpesdam, LPBH, Lesbumi, Lazisnu, LWP, LTN, LPBI, PMII, IPNU, JQH NU, ISNU, Sarbumusi, Pagar Nusa, Serikat Nelayan NU, Badan Halal NU, dan LPP NU.
Lembagaābanom menilai bahwa dinamika yang berkembang perlu diredam melalui mekanisme internal dan bukan melalui langkah-langkah yang dapat memperkeruh suasana.
Sikap ini juga merujuk pada hasil Forum Sesepuh dan Mustasyar NU di Tebuireng yang berlangsung pada Sabtu (6/12/2025) sebelumnya.Ā
Pertemuan tersebut menyimpulkan bahwa proses pemakzulan Ketua Umum PBNU dianggap tidak sesuai dengan AD/ART, sedangkan informasi mengenai dugaan pelanggaran di tingkat tanfidziyah juga perlu diklarifikasi melalui mekanisme organisasi secara komprehensif.
Para kiai sepuh menekankan agar rapat pleno penetapan PJ tidak digelar sebelum seluruh proses musyawarah dan klarifikasi ditempuh sesuai ketentuan.Ā
Mereka juga mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan menjaga kehormatan jamāiyyah dengan menyelesaikan persoalan di dalam keluarga besar NU, bukan melalui jalur eksternal.
Selain memotret dinamika internal NU, Forum Tebuireng juga menyoroti musibah bencana di beberapa daerah dan mendesak pemerintah mengambil langkah cepat dan strategis dalam penanganannya. Para kiai mengajak warga untuk menunjukkan solidaritas kepada para korban.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menjadi Teladan yang Dikenang Sepanjang Zaman
2
Khutbah Jumat: Menyeimbangkan 5 Unsur Utama dalam Diri Manusia
3
Khutbah Jumat: Makna dan Keutamaan Membaca Basmalah
4
Nyak Sandang, Penyumbang Pesawat Pertama RI Asal Aceh Wafat, PWNU Aceh Tegaskan Warisan Keikhlasan
5
Amerika Serikat dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Selama Dua Pekan
6
Khutbah Jumat: Zakat, Jalan Menuju Masyarakat Adil dan Peduli
Terkini
Lihat Semua