Lesbumi Yogya Perkuat Kembali Hubungan Agama dan Budaya
NU Online · Rabu, 5 November 2014 | 07:11 WIB
Yogyakarta, NU Online
Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berupaya memperkuat kembali hubungan agama dan kebudayaan. Selama ini hubungan keduanya kurang berkembang dan kurang diperhatikan.
<>
NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, memiliki kaitan erat dengan budaya Nusantara. Salah satunya terpatri dalam lembaga bernama pesantren. Namun pesantren sendiri pada perkembangannya lebih berorientasi ke keagamaan.
Untuk memperkuat kembali hubungan agama dan kebudayaan, Lesbumi DIY bekerja sama dengan Kepala Dinas Kebudayaan DIY mengadakan workshop “Seni Pesantren dan Tradisi dalam Budaya Yogyakarta” di Gedung PWNU DIY, Jl. MT. Haryono No. 40-42, Yogyakarta, Rabu (5/11) pagi.
Workshop ini dihadiri oleh lembaga-lembaga PWNU dan Badan Otonom (Banom) se-DIY, seperti IPNU, IPPNU, LAZISNU, LTNU, dan Kru Majalah Bangkit. Acara ini menghadirkan Kepala Dinas Kebudayaan DIY GBPH Yudhaningrat, Kepala Kanwil Kemenag DIY, dan Jadul Maula.
Pada kesempatan itu, Jadul Maula mengajak untuk memperkuat kembali hubungan antara agama dan budaya. Hubungan antara keraton dan pesantren itu saling terkait erat. Seperti Sunan Ampel mendirikan pesantren atas restu Raja Brawijaya V.
“Hubungan genealogi guru-murid di dalam pesantren-keraton sangat erat. Sehingga perlu menegaskan kembali hubungan antara agama dan budaya, “ tutur Pimpinan Pesantren Kali Opak tersebut.
GBPH Yudhaningrat juga menegaskan perkembangan kesenian pesantren berasal dari Walisanga. “Kesenian di pesantren dimulai dari datangnya Islam ke Nusantara yang dibawa oleh para walisanga. Dialog antara islam dan kebudayaan Nusantara,” tutur adik sultan Hamengkubuwono X.
Ia mencontohkan perkembangan awal tradisi Sekaten. Menurutnya, awalnya tradisi sekaten dibuat oleh Sunan Bonang dan sunan Kalijaga. Sehingga budaya (seni) adiluhung adalah budaya (seni) yang menggambarkan kekuasaan Tuhan. Sehingga seni itu tidak bisa dipisahkan dari keagamaan. (Suhendra/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua