Majelis Alumni IPNU Harap Muktamar Berikan Perhatian untuk Milenial
NU Online · Rabu, 22 Desember 2021 | 09:00 WIB
Silaturrahim Nasional Alumni IPNU di Pondok Pesantren Minhadlul Ulum, Pesawaran, Lampung, Selasa (21/12/2021). (Foto: IPNU)
Muhammad Syakir NF
Penulis
Lampung, NU Online
Sekretaris Jenderal Majelis Alumni IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Asrorun Niam Sholeh mendorong muktamirin memberikan perhatian khusus pada pembinaan milenial dalam muktamar NU ke-34 yang diselenggarakan di Provinsi Lampung.
"Era digital menuntut adaptasi dengan pemberdayaan dan percepatan keberperanan kaum milenial dalam membangun khidmah jam'iyyah," ujar Niam dalam Silaturrahim Nasional Alumni IPNU di Pondok Pesantren Minhadlul Ulum, Pesawaran, Lampung, Selasa (21/12/2021).
Lebih lanjut, Niam menjelaskan bahwa Indonesia memperoleh bonus demografi, dengan jumlah usia produktif mendominasi jumlah populasi Indonesia.
Jumlah anak muda khususnya generasi milenial, rentang usia 16 sampai dengan 30 berjumlah lebih 62 juta atau setara 24,6 persen dari total populasi lebih 270 juta. Dari jumlah milenial tersebut, setidaknya 30 persen adalah kaum muda NU, lebih 20 juta jiwa.
"Inilah tulang punggung jam'iyah yang harus diberi perhatian khusus," ujar Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.
Tantangan NU ke depan, lanjut Niam, adalah sejauh mana mengakomodasi dan mengoptimalkan kaum milenial sebagai daya ungkit kemajuan organisasi.
"Di tengah era disrupsi yang ditandai dengan perubahan yang sangat akseleratif, maka harus ada langkah radikal dalam mengakselerasi intervensi khusus pada generasi milenial NU, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ruang partisipasi", tegasnya.
Niam juga mengajak kepada segenap alumni IPNU untuk menggeser pendekatan kaderisasi dan penempatan organisasi dari kompetisi ke pendekatan kolaborasi.
"Perlu revitalisasi nilai Ke-NU-an yang mengedepankan prinsip wasathiyah dan tasamuh dalam keseimbangan, antara norma dengan laku organisasi, dalam membangun hubungan intern organisasi dan antar-organisasi," tutupnya.
Kegiatan itu juga dihadiri Ketua Umum Majelis Alumni IPNU sekaligus Ketua Umum PP IPNU 1996-2000 H Hilmi Muhammadiyah, Ketua Umum PP IPNU 2000-2001 Abdullah Azwar Anas, dan Ketua Umum PP IPNU 2003-2006 Mujtahidur Ridho.
Pewarta: Syakir NF
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
2
Eks Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
3
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
4
Innalillahi, Penyusun Syair Asmaul Husna KH Amjad Al Hafidz Wafat
5
Banjir di Aceh Utara, Ansor Desak Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan
6
Kukuhkan Majelis Masyayikh 2026-2031, Menag Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren
Terkini
Lihat Semua