Kudus, NU Online
Berbagai situasi dan aktifitas di dalam Masjid hampir senantiasa mencerminkan kondisi masyarakat sekelilingnya. Semangat dan sikap keberagamaan mereka dapat diidentifikasi dari masjidnya.
<>
Demikian disampaian Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dalam rapat pimpinan daerah (Rapimda) Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) yang digelar PCNU Kabupaten Kudus di aula PCNU setempat, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (10/3) petang.
Kiai Masdar mencontohkan, ketika sejumlah kegiatan yang digelar tidak menyentuh problem sosial yang aktual saat itu maka hal tersebut penanda bahwa masyarakat dan tokoh keagamaannya sedang kekurangan hasrat untuk mengubah keadaan.
”Khotib jumatnya ngomognya jauh-jauh, tidak ada hubungannya dengan masalah di masyaraktnya. Lalu jamaah yang mendengarkan pada tidur semua. Kira-kira masyaraktnya kita ya seperti itu,” katanya.
Hal serupa juga terjadi saat tokoh-tokoh masjid gemar menyalahkan dan menuding sesat umat Islam lainnya lantaran disusupi kelompok garis keras. ”Itu potret bahwa umat Islam sedang terserang virus galak,” imbuh Kiai Masdar.
Untuk itu, kiai kelahiran Purwokerto ini mendorong warga NU dari pusat hingga ranting untuk mengelola masjidnya secara benar. Menurut dia, salah satu faktor kelemahan umat Islam Indonesia adalah tidak berfungsinya masjid sebagai wadah gerakan untuk masalah agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial.
”Kalau ingin merevitalisasi masyarakat titik tolaknya harus dari masjid,” tegasnya.
Penulis: Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
3
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
4
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
5
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
6
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Terkini
Lihat Semua