Jakarta, NU Online
Sebagai sarana ibadah dan dakwah Islam yang strategis, masjid ternyata tak luput dari incaran buku-buku provokatif yang sarat kebencian antarkelompok agama. Guna mencegah suhu permusuhan yang meningkat, Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) menghimbau masjid-masjid berbasis Nahdliyin untuk menghindari buku-buku semacam ini.<>
āTentu buku-buku itu meresahkan. Sehingga, masjid-masjid NU harus terhindar dari buku-buku provokatif ini,ā pinta Ketua Pengurus Pusat LTMNU KH Abdul Manan A Ghani, Selasa (8/5).
Manan menyayangkan maraknya sejumlah buku yang isinya mengumbar kesalahan dan kesesatan kelompok tak sepaham. Di akui, jenis buku yang umumnya disebar oleh kelompok haluan keras ini sekarang sudah mulai ikut menyesaki rak buku masjid yang tersedia. Yang ironis, selain provokatif alasan menyesatkan juga diimbuhi dalil-dalil agama.
Karena itu, PP LTMNU kini proaktif mencanagkan visi masjid sebagai pusat pembangunan umat. Melalui Rapat Pimpinan untuk 33 provinsi di 17 kota, PP LTMNU menyosialisasikan fungsi masjid sebagai tempat yang ramah dan bermanfaat bagi masyarakat.
Usai menyusun buku tentang dalil amaliah NU, baru-baru ini organ NU yang dulu bernama LTMI ini juga rampung menerjemahkan kitab āRisalah Ahlussunnah Wal Jamaāahā karya Hadratus Syaikh KH Muhammad Hasyim Asyāari. Dalam lawatan ke sejumlah kota di Indonesia, buku ini rencananya akan dibagi ke seluruh pengurus cabang di Indonesia.
Redaktur : Syaifullah Amin
Penulis Ā Ā : Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua